RMco.id  Rakyat Merdeka - Menteri koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan terus melakukan aksi jemput bola untuk mengejar investor. 

Usai mengunjungi Uni Emirat Arab, Luhut melanjutkan kunjungan kerja ke Tanzania. Hal ini dilakukan guna mendorong kerja sama di berbagai sektor, seperti infrastruktur, energi, dan pertambangan. 

Luhut juga membahas kerja sama ekonomi lainnya. Tanzania adalah pendukung pembentukan Prefential Trade Agreement RI-EAC. 

“Ini adalah kunjungan pertama saya ke Afrika sebagai Kepala Satuan Tugas Infrastruktur Indonesia untuk Afrika, sebagaimana diamanatkan langsung oleh Presiden Jokowi, Indonesia is Africa’s true partner and trusted friend,” ujar Luhut saat melakukan pertemuan bilateral dengan Minister of State Prime Minister Office (Investment) Hon Angela Mbelwa Kairuki, kemarin. 

Baca Juga : 124 Napi Positif Terinfeksi

Luhut juga mengucapkan terima kasih kepada Tanzania atas dukungannya dalam pembentukan dan partisipasinya dalam Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue (IAID) yang dilangsungkan di Bali pada 20- 21 Agustus 2019 lalu. 

Luhut menuturkan, di sela sela IAID, delegasi Indonesia dan Tanzania meneken Perjanjian Kerangka Kerja tentang Pembangunan Terminal Cair Massal Zanzibar, dan dapat diperluas ke pembangunan pelabuhan petikemas dengan nilai 190 juta dolar AS. 

Sejak itu, kata Luhut, PT WIKA dan Indonesia Eximbank telah mengadakan sejumlah pertemuan dengan rekan-rekan mereka di Tanzania, untuk membahas teknis proyek, termasuk persiapan studi kelayakan dan skema pembiayaan. 

Lebih lanjut, Luhut menyambut baik kerja sama potensial dalam pembangunan hotel bintang lima di Dodoma antara BUMN Indonesia, dengan Commonwealth Parliamentary Association (CPA) dengan nilai 33 juta dolar AS 

Baca Juga : BIN Banjir Dukungan

“Sebagai tindak lanjut, PT WIKA dan Indonesia Eximbank telah melakukan diskusi teknis dengan CPA untuk membahas teknis proyek, termasuk nota kesepahaman, studi kelayakan, dan skema pembiayaan,” ujarnya. 

Dalam pertemuan tersebut juga dilakukan penandatanganan kerja sama dalam sejumlah proyek infrastruktur di Dodoma antara PT. WIKA dan SUMA JKT yang langsung disaksikan Menko Luhut beserta anggota Satgas Infrastruktur RI untuk Afrika. 

“Saya yakin kerja sama ini akan membuka lebih banyak proyek nyata di sektor konstruksi,” jelasnya. 

Kemudian di sektor energi dan pertambangan, Luhut mengatakan, pada November 2019 ini telah ada diskusi berkelanjutan antara TIMAH dan STAMICO (Perusahaan Tambang Negara) Tanzania. 

Baca Juga : Benny Tjokro Cs Nolak Diperiksa Lewat Vicon

“Timah telah mengirim Letter of Intent ke STAMICO serta draft awal nota kesepahaman untuk kerja sama antara kedua pihak. Pertamina, yang telah membeli saham mayoritas Maurel dan Prom termasuk operasinya untuk produksi gas di Tanzania sejak 2017. Pertamina, melalui Maurel dan Prom berharap untuk meningkatkan produksinya di Tanzania,” tuturnya. 

Kemudian, dalam pertemuan dengan Minister of Works, Trans port and Communications Isack Mawelwe, Luhut mengatakan, masih banyak ruang untuk meningkatkan kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Tanzania.“Indonesia merupakan pasar besar untuk Tanzania bila ingin investasi,” ungkapnya. [KPJ]