Dipastikan Kementan, Pasokan dan Harga Cabe Jelang Nataru Stabil

Kebun cabe (Foto: Humas Kementan)
Klik untuk perbesar
Kebun cabe (Foto: Humas Kementan)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, selalu menekankan agar jajarannya selalu siap siaga menjaga ketersediaan bahan pangan. Terlebih menyambut hari-hari besar keagamaan nasional, umumnya sejumlah bahan pangan rentan mengalami kenaikan harga. Terkait hal tersebut, Ditjen Hortikultura memastikan pasokan beberapa komoditas strategis seperti cabe aman dengan harga yang cenderung stabil.        

“Saat ini, harga cabe stabil. Tercatat di Pasar Induk Kramat Jati, harga cabe rawit merah berkisar Rp 25-28 ribu per kilogram, cabe merah keriting Rp 20-22 ribu per kilogram, dan cabe merah besar Rp 22-23 ribu per kilogram,” ujar Dirjen Hortikultura, Prihasto Setyanto.        

Berita Terkait : Kementan: Program Tanam Bawang Putih Jalan Terus

Setiap bulan, lanjut pria yang akrab disapa Anton ini, jajarannya menyusun Early Warning System (EWS) yang berfungsi sebagai alarm dalam menjaga stabilitas pasokan komoditas hortikultura termasuk cabe. “Dengan adanya EWS kita bisa melihat potensi produksi satu sampai tiga bulan kedepan, sehingga kita punya gambaran dan dapat menentukan langkah untuk stabilisasi harga,” sambung Anton.      

Berdasarkan data EWS, produksi cabe Desember hingga Januari ke depan surplus dibanding kebutuhan. "Bulan Desember 2019 cabe besar kita surplus sebesar 11.225 ton dan cabe rawit surplus sebesar 11.286 ton. Sedangkan bulan Januari 2020 cabe besar surplus sebesar 14.331 ton dan cabe rawit surplus sebesar 12.602 ton," papar Anton.      

Berita Terkait : Dukung Kementan, Petani Subang Antusias Kembangkan Manggis

Plt. Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Sukarman, mengatakan, pihaknya telah membagi habis staf untuk turun lapang melakukan pemantauan pasokan jelang natal dan tahun baru. "Beberapa wilayah sentra memasuki musim panen raya seperti di Banyuwangi kurang lebih 2.200 hektare  Banjarnegara 2.000 hektare, Bandung 800 hektarae, Kulon Progo panen 140 hektare untuk cabe besar. Melihat kondisi tersebut kita pikir pasokan aman dan tidak akan terjadi gejolak harga yang berarti," tutup Karman. [KAL]