RMco.id  Rakyat Merdeka - PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II dan Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) atau yang lebih dikenal dengan AirNav Indonesia, mengoperasikan secara penuh landasan pacu (runway) ketiga di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Jumat (20/12).

Pesawat perdana yang mendarat di runway ketiga pada Jumat (20/12) pukul 10.00 WIB pagi, adalah maskapai Lion Air JT373 rute Batam-Jakarta. Hingga Jumat (20/12) pukul 12.00 WIB siang tadi, runway ketiga telah melayani 21 pendaratan. Rinciannya, 14 rute penerbangan domestik dan 7 penerbangan internasional.

Presiden Direktur AP II Muhammad Awaluddin mengatakan, pembangunan East Connection Taxiway (ECT) dan Runway 3 merupakan bagian dari pengembangan hard infrastructure di sisi udara Bandara Soekarno-Hatta.

“Tuntasnya pembangunan serta terbitnya izin operasi untuk ECT dan Runway 3 dengan dimensi 3.000 x 60 m, membuat daya saing Bandara Soekarno-Hatta meningkat. Tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga regional. Soekarno-Hatta memiliki ruang untuk memperluas konektivitas udara. Baik itu rute domestik maupun internasional," terang Awaluddin.

Ia menambahkan, dioperasikannya ECT dan Runway 3 juga membuat Soekarno-Hatta sangat siap dalam melayani meningkatnya lalu lintas penerbangan, pada peak season Angkutan Natal dan Tahun Baru 2019/2020.

Berita Terkait : Angkasa Pura II Dan Pengelola Bandara Eropa Sepakati 3 Jurus Ampuh

“Berkat sinergi dan koordinasi yang sangat erat dengan regulator dan para pemangku kepentingan, kami bersyukur ECT dan Runway 3 sudah bisa dioperasikan, saat peak season libur akhir tahun ini. Sehingga, meskipun frekuensi penerbangan bertambah, namun traffic tetap lancar,” jelas Awaluddin.

Jumlah penumpang pesawat pada Periode Angkutan Natal dan Tahun Baru dari 19 Desember 2019 hingga 6 Januari 2020 di Soekarno-Hatta, diperkirakan mencapai 3,48 juta penumpang. Angka ini naik 2 persen dibanding periode tahun lalu.

Sedangkan untuk pergerakan pesawat udara di Soekarno-Hatta, AirNav Indonesia memprediksi akan tumbuh 1,7 persen.

Sementara itu, Direktur Utama AirNav Indonesia, Novie Riyanto, menyatakan pihaknya telah siap mengoperasikan runway ketiga dan East Connection Taxiway.

Presiden Direktur AP II Muhammad Awaluddin (kedua kiri) dan Direktur Utama Airnav Indonesia, Novie Riyanto bersama Deputi Meteorologi BMKG, serta Kantor OtBan 1 Kemenhub usai Konferensi Pers Pengoperasian Runway 3 dan East Cross Taxiway Bandara Internasional Soekarno Hatta, di Kantor JATSC Airnav Indonesia, Jumat (20/12). (Foto: Humas AP II)

“Pagi tadi, kami sudah mengoperasikan runway ketiga secara penuh dan ECT juga sudah digunakan sejak beberapa waktu yang lalu. Pengoperasian ini akan mengurangi terjadinya antrean pesawat yang ada,” tutur Novie, Jumat (20/12).

Berita Terkait : Alhamdulillah, Bisnis Bandara Mulai Take Off

Kehadiran runway ketiga ini akan melengkapi dua runway yang sudah ada sebelumnya. Runway 1 dan 2 memiliki dimensi yang sama, panjang 3.660 meter dan lebar 60 meter. Konfigurasi jarak antar centerlines runway 1 dan 2 adalah 2.402 meter. Sedangkan untuk runway 2 dan 3 adalah 500 meter. Sehingga, pengoperasian runway ketiga dan kedua dikategorikan sebagai dependent runway.

Novie menyampaikan, pemilihan mode operasional runway ketiga, akan berdasar kepada kondisi traffic, persentase arrival dan departure, serta faktor cuaca. Sehingga, dapat semakin mengoptimalkan kapasitas dan efisiensi layanan.

“Konfigurasi paralel runway yang eksisting, semakin kaya dengan adanya runway baru ini. Prinsip utama kami dalam memberikan layanan adalah memprioritaskan safety,” papar Novie.

Saat ini, AirNav Indonesia telah melakukan koordinasi dengan maskapai penerbangan yang beroperasi di Bandara Soekarno-Hatta, untuk penggunaan runway ketiga dan east cross taxiway yang baru.

“Sinergi erat dengan AP II, Kementerian Perhubungan, dan stakeholder penerbangan lain di Bandara Soekarno-Hatta terus kami jalin, untuk mendukung pengoperasian kedua infrastruktur ini secara optimal,” pungkas Novie.

Berita Terkait : Mau Kembangkan Bandara Kualanamu, Angkasa Pura II Lirik Mitra Strategis

Terkait hal ini, Deputi Kepala BMKG Bidang Meteorologi, Mulyono R. Prabowo mengatakan, BMKG sudah siap untuk mendukung penuh operasional runway 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

“Semua peralatan BMKG yang terpasang untuk menunjang keselamatan penerbangan, bekerja normal. Baik itu AWOS, LLWAS, Radar Cuaca, WODS. Khusus di runway 3, BMKG juga telah memasang alat pantau cuaca AWOS di runway 3 - 24 untuk menunjang keperluan take-off dan landing. Melengkapi AWOS yang sudah terpasang di runway 1 & 2," terang Mulyono.

"BMKG siap mendukung operasional bandara dalam posko Nataru (Natal dan Tahun Baru) dengan infomet penerbangan, untuk mendukung keselamatan penerbangan. Khususnya selama Nataru,” sambungnya.

Pengoperasian runway 3 juga turut diapresiasi Kantor Otorita Bandara Wilayah I mengapresiasi atas pengoperasian runway 3.

"Kami sebagai regulator menyambut baik pengembangan di sisi udara, untuk meningkatkan konektivitas udara di Bandara Soekarno-Hatta. Ini hasil sinergi yang baik di antara seluruh stakeholder Soekarno-Hatta seperti AP II, AirNav, BMKG, regulator dan instansi lainnya. Kami juga akan selalu menjalankan fungsi pengawasan yang diamanatkan oleh Undang-undang,” demikian bunyi keterangan tertulis Kantor Otorita Bandara Wilayah I. [HES]