Bantu Capai Target Ekonomi Tahun Depan

Airlangga Hartarto Rekrut Profesional Dan Pengusaha

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto
Klik untuk perbesar
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto

RMco.id  Rakyat Merdeka - 15 orang direkrut jadi tim ekonomi. Mereka disiapkan untuk membantu kinerja Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto.Tim yang terdiri dari kalangan profesional dan pengusaha ini diyakini bisa membantu mencapai target ekonomi yang cukup berat di 2020.

Tim ekonomi ini akan digaji dari Menko Perekonomian. Mereka mulai bekerja tahun depan. Anggaran negara semakin bengkak.“Mereka akan ngantor mulai tahun depan,” kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, kemarin. 

Status tim ini merupakan pegawai khusus yang akan membantu Menko Perekonomian sesuai kapasitas dan background masing-masing. 

Berita Terkait : Resesi Ekonomi Tak Jadi Datang

Adapun 15 anggota tim ekono mi yang akan membantu Airlangga, pertama, Tim Asistensi Menko Perekonomian yang beranggotakan Raden Par dede, Bustanul Arifin, Lin Che Wei, Dimas Oky Nugroho dan Taufik Mappaenre Maroef. 

Kedua, Tim Ahli Menteri Koor dinator Bidang Perekonomian yaitu Shinta Widjaja Kamdani, Franky Sibarani, Sanny Iskandar, Jonathan Thahir, Ngakan Timur Antara dan Edy Putra Irawady. 

Ketiga, Tim Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang beranggotakan Umar Juoro, I Gusti Putu Suryawirawan, Reza Yamora Siregar dan Mohamad Jusuf Hamka. 

Baca Juga : Promosikan Budaya Indonesia, KBRI Den Haag Gelar Perayaan Galungan dan Kuningan

Airlangga mengatakan, para pegawai khususnya itu akan bekerja berbasis proyek. ”Salah satu tugasnya untuk mempercepat proses implementasi biodiesel 30 persen (B30),” ujarnya. 

Ada juga tim yang akan bekerja untuk menangani Kredit Usaha Rakyat (KUR), neraca perdagangan, Trans Pacific Petro chemical Indotama (TPPI), hingga omnibus law. 

Terkait gaji, para pegawai khusus ini akan digaji dari kantongnya sendiri. “Gaji dari Menko Perekonomian,” ujarnya. 

Baca Juga : Bank DKI Sukses Lakukan Sinergi BUMD, OJK Minta BPD Lain Tiru

Seperti diketahui, dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 terdapat asumsi makro ekonomi Indonesia yang cukup berat.Di antaranya, target ekonomi Indonesia sebesar 5,3 persen pada 2020, tingkat Inflasi sebesar 3,1 persen, nilai tukar rupiah rata-rata Rp 14.400 per dolar AS dan tingkat suku bunga SPN 3 bulan sebesar 5,4 persen. 

Selain itu, harga minyak mentah Indonesia, dipatok rata-rata 63 dolar AS per barel dan lifting mi nyak rata-rata 755 ribu barel per hari serta lifting gas rata-rata 1.191 ribu barel setara minyak per hari.[NOV]