RMco.id  Rakyat Merdeka - Menjelang berakhirnya 2019, SKK Migas melakukan kunjungan kerja ke enam lokasi lifting di Sumatera, Jawa dan Kalimantan untuk memastikan pelaksanaan lifting akhir tahun berjalan dengan baik sesuai target yang telah ditetapkan. Salah satu yang dikunjungi adalah Terminal Senipah yang merupakan wilayah operasi Pertamina Hulu Mahakam (PHM). 

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto didampingi Penasehat Ahli Sukandar, Kepala Perwakilan Kalimantan Sulawesi Syaifudin, dan anggota Komisi VII DPR Rudy Mas'ud. Sementara dari Pertamina Hulu Mahakam yang hadir antara lain Direktur Pengembangan dan Produksi Eko Agus Sardjono, dan General Manager John Anis.

"Pimpinan SKK Migas turun langsung dan mengajak anggota DPR Komisi VII sebagai mitra untuk dapat melihat secara langsung upaya dan kerja keras  serta berbagai terobosan dan inovasi yang dilakukan Kontraktor KKS dan SKK Migas dalam mencapai target yang telah ditetapkan dalam APBN maupun Work, Program & Budget 2019,” kata Dwi dalam keterangannya, Sabtu (28/12). 

Baca Juga : Dubes India Kumar Rawat Temui Sekjen DPR Bahas HUT Gandhi

Kegiatan ini juga akan menambah wawasan anggota DPR karena dapat berinteraksi langsung dengan pimpinan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS)di lokasi produksi, sehingga akan mendapatkan informasi operasional hulu migas lebih komprehensif. Kegiatan ini dapat menjadi sarana untuk mengkomunikasikan kebutuhan operasional hulu migas yang membutuhkan dukungan dari Pemerintah dan DPR.

"Produksi di Blok Mahakam masih memiliki banyak tantangan, khususnya masih terjadi decline rate pada gas, namun mulai dapat di atasi dengan melakukan pengeboran di 2019 yang lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya. Sehingga sepanjang tahun 2019 realisasi produksi di blok Mahakam mulai membaik,” kata Dwi.

Berdasarkan data yang tercatat di SKK Migas, sepanjang tahun 2019, Pertamina Hulu Mahakam melakukan pengeboran sebanyak 126 sumur atau lebih besar dari rencana 2019 dalam WP&B sebesar 118 sumur. Jumlah ini lebih banyak jika dibandingkan dengan 2018 sebanyak 62 sumur.

Baca Juga : Ahok Kumat

Direktur Pertamina Hulu Mahakam Eko Agus Sardjono menambahkan, sepanjang 2019, pihaknya telah melakukan Workover & Well Services sebanyak 6.800 atau mencapai 104 persen dari WP&B 2019. Upaya maksimal ini menghasilkan produksi minyak mencapai 35,7 KBPD atau 99 persen dari WP&B, sedangkan gas mencapai 710 MMscfd atau 89 persen dari WP&B. 

"Meskipun belum mencapai target dan sempat mencapai produksi gas terendah di bulan Agustus yang mencapai 657 MMscfd, tetapi dengan berproduksinya gas dari sumur baru maka tren produksi terus meningkat dan pada bulan Nopember 2019 mencapai 740 MMscfd atau sama dengan produksi di Januari 2019," kata Eko.

Dalam upaya meningkatkan kegiatan pengeboran, PHM telah mengajukan dan mendapatkan persetujuan sekaligus dalam satu kali POD:OPLL1 untuk pengeboran 257 sumur. "Ini pertama kalinya, SKK Migas menyetujui pengeboran sumur sekaligus dalam satu kali persetujuan dalam jumlah yang begitu besar yaitu di Blok Mahakam. Ini menunjukkan potensi hulu migas di wilayah Blok Mahakam masih potensial dan semakin memperkuat keyakinan bersama bahwa meningkatkan kembali produksi migas di Indonesia dapat direalisasikan," kata Dwi.

Baca Juga : Ali Jaber Sudah Dakwah Lagi

Sampai 20 Desember 2019, Terminal Senipah telah melakukan 74 kali pengapalan minyak dengan rata-rata 6-9 kali perbulan. Pada sisa Desember 2019, lifting akan dilaksanakan tanggal 30 dan 31 Desember 2019. [DIT]