Bisnis Cemilan

Brand Gorengan Tapisi Lebarkan Sayap Bisnis Ke Luar Negeri

Founder Tapisi, Akbar Temuyyin Sani
Klik untuk perbesar
Founder Tapisi, Akbar Temuyyin Sani

RMco.id  Rakyat Merdeka - Usaha kemitraan Tapisi mulai mengincar pasar global. Bisnis cemilan khas Indonesia yang dirintis oleh, Akbar Temmuyin Sani tergolong sangat baru sekali. Wajar jika masih asing didengar.

"Tapisi ini bukan baru lagi tapi ibarat gorengan kami ini baru diangkat masih panas. Baru dibuat 25 November 2019. Tapi kami mau jual di banyak daerah dan di negara lain," katanya saat ditemui Rakyat Merdeka di Jakarta, Jumat (27/12) malam.

Pria mualaf ini mengungkapkan, Tahun 2020 Tapisi akan melebarkan sayap bisnis di luar negeri. Dia ingin produk asli Indonesia bisa go internasional secara bertahap.

"Jadi jangan makanan impor saja ke kita. Nah kita juga harus kenalin cemilan kita keluar negeri. Kun Fayakun kalau Allah berkehendak maka jadilah," ujar sang Founder.

Rencananya, Tapisi akan dibuka di negara tetangga yang terdekat yaitu Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Setelah itu akan dibuka lagi di negara lainnya.

Baca Juga : Pengamat: Kostratani Ala Mentan Mampu Tekan Angka Kemiskinan

"Saya berpikir global tapi produk lokal jadi saya bawa Tapisi ke luar negeri. Sewa di sana juga tidak mahal," ujarnya.

Tapisi merupakan gorengan yang terdiri dari tahu, pisang, dan singkong. Semuanya digoreng dengan bumbu serta tepung sehingga menghasilkan rasa yang khas. Uniknya singkong yang digoreng ada yang diberi topping keju atau coklat begitu juga dengan pisangnya.

"Dengan beragam varian rasa seperti Pisang goreng dengan topping keju dan cokelat, singkong topping keju/ cokelat serta tahu goreng balado/ barbeque, Tapisi akan menjadi pilihan camilan terbaik masyarakat," ucapnya.

Secara menu, yang ditawarkan memang makanan sehari-hari yang mudah dijumpai yakni Tahu, Pisang dan Singkong sehingga jika disingkat menjadi Tapisi.

"Cemilan ini perporsi dibanderol Rp 15 ribu. Untuk singkong misalnya, itu isinya ukurannya potongan bikin kenyang. Saya isi lima potong singkong yang bikin kenyang," jelasnya.

Baca Juga : Bamsoet Harap Preferential Trade Agreement Indonesia-Tunisia Bisa Segera Disepakati

Dia mengungkapkan, Tapisi tidak hanya mengenalkan produk ke publik. Tapisi juga akan memberikan standar atau SOP kepada para mitra serta para pegawainya.

"Kami sudah ada standar mulai dari penampilan, pelayanan, kebersihan itu juga penting. Kan ada moto kebersihan sebagian dari iman," ungkapnya.

Tahap awal, Tapisi yang merupakan gorengan tahu, pisang, dan singkong ini fokus di Jabodetabek, Surabaya, dan Bali.

Sekarang ini Tapisi sudah membuka peluang bagi siapapun untuk bermitra, mirip franchise namun bukan franchise. Biaya yang diperlukan bagi calon mitra Rp 15 juta.

Mitra mendapatkan perangkat masak gorengan termasuk gerobaknya hingga beberapa porsi untuk singkong, tahu, dan pisang. Mitra Tapisi yang punya gerobak masih bisa menawarkan produk itu ke kantin-kantin dan kafe-kafe.

Baca Juga : Megawati Ultah, PDIP Beri Kado Canangkan Gerakan Tanam Pohon Cintai Bumi

Akbar mengatakan, sekitar 65 persen-70 persen mitra Tapisi sudah punya lokasi untuk berdagang. Syaratnya, di tempat strategis, namun tidak menggangu ketertiban umum.

Jika mitra tidak memiliki lahan berjualan, pihaknya membantu menyewakan tempat di lokasi yang diperuntukkan usaha seperti pujasera atau depan minimarket. "Kami bantu sewakan untuk 1-2 bulan pertama," kata dia.

Dengan tagline Raja Gorengan, Tapisi ingin mengangkat citra gorengan ke level menangah atas. Untuk itu, Tapisi mengedepankan wadah packaging dengan dus berkualitas dan higienis.

"Bahan baku sehat, pedagangnya dilengkapi sarung tangan, celemek, hingga masker," tukas Akbar. [JAR]