RMco.id  Rakyat Merdeka - Hujan yang melanda kawasan Jabodetabek sejak kemarin mengakibatkan banjir pada hari pertama di 2020. Banjir mengakibatkan aktivitas bisnis lumpuh karena berbagai akses lalu lintas terganggu dan pemadaman listrik untuk menghindari korsleting.

Hal tersebut dikatakan Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Kadin DKI Jakarta Sarman Simanjorang kepada Rakyat Merdeka, Rabu (1/1).

Baca Juga : Puluhan Warga Swiss Belajar Bahasa Indonesia Virtual

Menurut Sarman, seharusnya geliat ekonomi di Jakarta libur tahun baru bergairah. Sebab warga Jakarta akan banyak mengisi liburan ke tujuan wisata seperti Ancol, Kota Tua, Monas, TMII, Kebun Binatang Ragunan, dan pusat-pusat perbelanjaan. Belum lagi acara tahun baruan mungkin makan bersama keluarga di hotel, cafe, restoran dengan kejadian ini praktis terhenti.

“Termasuk arus logistik pasti terganggu apalagi beberapa kawasan ruas tol juga terkena banjir. Kejadian banjir ini memang sangat terimbas terhadap berbagai aktivitas bisnis di Jakarta dan sekitarnya,” ujarnya.

Baca Juga : Palestina Mikir Keluar dari Liga Arab

Hari libur tahun baru seperti ini biasanya omzet restoran, cafe, pusat perbelanjaan termasuk UKM di tempat tujuan wisata biasanya naik. Namun dengan banjir ini praktis omzet menurun. “Kalau kita bicara berapa jumlah kerugian, tentu masih sulit memprediksinya yang pasti omzet anjlok dari yang diharapkan,” katanya.

Pelaku usaha, kata dia, mendukung penuh langkah-langkah yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta untuk mengatasi permasalahan banjir di Ibu Kota. Dan ini perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah penyangga seperti Bogor, Bekasi, Depok dan Tangerang karena permasalahan banjir ini tentu tidak bisa di selesaikan oleh pemprov DKI Jakarta sendiri.

Baca Juga : KKB Kembali Tembak Dua Warga Sipil Di Papua

“Semoga banjir ini cepat surut,sehingga dalam sisa waktu liburan sampai 5 Januari geliat ekonomi bisa bergairah kembali dan masyarakat dapat memanfaatkan sisa liburannya bersama keluarga,” tukasnya. [DIT]