RMco.id  Rakyat Merdeka - Perdagangan Indonesia ke Swiss tercatat surplus di tahun 2019. Hasil ini jadi kado Tahun Baru bagi Indonesia di tengah pelemahan kinerja ekspor akibat belum stabilnya ekonomi global.

Swiss Federal Customs Administration mencatat, ekspor Indonesia mengalami peningkatan, dari 910 juta dolar Amerika Serikat (AS) tahun 2018 menjadi 960 juta dolar AS di akhir November 2019. 

Duta Besar RI untuk Swiss, Muliaman D Hadad mengatakan, tahun 2019 ditutup dengan peningkatan ekspor nonmigas Indonesia ke Swiss sebesar 9,4 persen dibandingkan tahun 2018. Sementara impor Indonesia dari Swiss menurun 10,9 persen yaitu dari 505 juta dolar AS di 2018 menjadi 418 juta dolar AS sampaik akhir November 2019. 

“Dengan demikian, surplus untuk Indonesia meningkat dari 405 juta dolar AS di tahun 2018 menjadi 543 juta dolar AS di tahun 2019,” ujar mantan Ketua Komisioner OJK ini, kemarin. 

Pria yang hobi makan durian ini mencatat komoditi dengan kode Harmonized System (HS) 71 yaitu logam mulia dan perhiasan menyumbang 64 persen dari total ekspor Indonesia ke Swiss. Ekspor logam mulia ke Swiss juga mengalami kenaikan 14,7 persen pada tahun 2019. 

Baca Juga : Kabareskrim Polri: Tindak Tegas Pelanggar Protokol Kesehatan di Pilkada 2020

Produk ekspor lainnya yang mengalami kenaikan adalah alas kaki, produk tekstil, kimia organik, instrumen optik. Kenaikan terbesar dialami produk kopi dengan kenaikan 33 persen, minyak atsiri sebesar 26 persen dan kakao sebesar 13 persen. 

“Sedangkan penurunan terbesar dari impor Indonesia dari Swiss adalah perlengkapan olahraga, produk tekstil, instrumen musik, jam tangan dan bentuk produk tekstil lainnya,” ujarnya. 

Diakuinya, peningkatan ini tidak lepas dari diplomasi ekonomi yang dilakukan oleh KBRI Bern bersama beberapa pihak terkait. Kegiatan promosi ekspor juga difokuskan pada komoditi yang memiliki banyak permintaan di Swiss, seperti kopi dan biji kakao. Promosi kopi juga dilakukan di ajang pertemuan Swiss Coffee Trader Association di Basel, pada Oktober 2019. 

“Di pameran itu produsen kopi Indonesia langsung mendapat pesanan dari importir Swiss. Kopi asal Bali mendapat pesanan cukup banyak dari Starbuck Trading di Lausanne,” ujarnya. 

Muliaman mengatakan, KBRI Bern juga bekerja sama dengan KADIN Indonesia dan Atase Perindustrian RI di Brussels melaksanakan misi dagang ke sejumlah industri di Swiss. 

Baca Juga : Disiplin Protokol Kesehatan, Polda Metro Jaya Bentuk Satgas Gabungan

Kegiatan ini untuk menjalin kerja sama sehingga dapat menjadi bagian dari supply chain industri mereka di Swiss. 

Dalam pertemuan dengan Menteri Ekonomi, Pendidikan dan Riset Swiss, Johann N Schneider Ammann, pada November lalu, Muliaman juga menyatakan, Indonesia sangat optimis terjadinya peningkatan perdagangan Indonesia-Swiss di bawah Indonesia-EFTA CEPA yang ditandatangani Desember 2018. 

“Dalam perjanjian ini, Swiss akan menghapuskan 7.042 pos tarif yang merupakan 81,74 persen dari total pos tarif Swiss yang mencakup 99,65 persen dari total nilai impor Swiss dari Indonesia” ujar Muliaman. 

Tidak hanya perdagangan, di sektor investasi, tahun 2019 juga terjadi peningkatan komitmen investasi yang cukup besar. Di antaranya, komitmen investasi industri kereta api Swiss Stadler Rail untuk membangun industri kereta api di Banyuwangi bersama PTINKA, kemudian akuisisi PT Adira Asuransi oleh Zurich Insurance dan perluasan kapasitas industri Nestle Indonesia. Totalnya mencapai 734 juta dolar AS atau sekitar Rp 6 triliun. 

“Ketika terealisasi akan meningkatkan investasi Swiss di Indonesia sebesar 200 persen,” ujarnya. 

Baca Juga : Menteri Sosial Di-back Up DPR

Untuk tahun 2020, kegiatan promosi akan difokuskan pada sosialisasi IE CEPAkepada dunia usaha Swiss maupun ¬Indonesia. 

Dalam kegiatan ini, KBRI Bern akan bekerja sama dengan KADIN Indonesia, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian UKM dan Koperasi, Swiss Asian Chamber of Commerce dan Swiss Global Enterprises. 

“Ini perlu dilakukan sehingga saat perjanjian berjalan nanti, dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan ekspor Indonesia ke Swiss dan investasi Swiss ke Indonesia,” tegas Muliaman. [NOV]