RMco.id  Rakyat Merdeka - PT Angkasa Pura II (persero) terus memperbaiki pelayanan bandara dengan meluncurkan sistem monitoring. Sistem ini untuk melihat tingkat kepuasan traveler secara real time terhadap layanan dan fasilitas di bandara.

Inovasi ini untuk menjadikan bandara-bandara semakin pintar dengan menghadirkan sistem penilaian terhadap berbagai layanan yang hasilnya dapat diketahui secara real time.

“Mulai 1 Januari, AP II meluncurkan sistem monitoring. Sistem tersebut,  kami sebut dengan Real-Time Dashboard System For Customer Experience (READY4CX) atau ready for six,” ujar President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin, Rabu (8/1). 

Sistem READY4CX ini diibaratkan membuat bandara bisa berkomunikasi dengan para travelernya terkait dengan layanan. Di mana traveler memberi rating, lalu dalam waktu cepat akan ada tindak lanjut secara langsung dari PT Angkasa Pura II. 

“Digitalisasi dalam pengelolaan bandara tak bisa ditolak. Bandara tidak bisa dikelola dengan cara-cara tradisional lagi. Bandara bisa diibaratkan sebagai penghubung semua kegiatan ekonomi. Jadi, kalau ada istilah Internet of Things [IoT], maka ke depan akan ada  Airport of Things,” ujar Awaluddin. 

Baca Juga : Lokomotiv Plovdiv vs Tottenham, Keok Berarti Selamat Tinggal

Adapun sistem READY4CX ini terdapat di i-Mate Kiosk di bandara-bandara AP II, dengan kata lain traveler atau pelanggan dapat memberikan rating terhadap berbagai layanan di bandara melalui i-Mate Kiosk. 

“Untuk sementara input yang diberikan traveler berupa rating dalam skala likert 1 hingga 5. Ke depannya akan disiapkan input dalam bentuk narasi,” terangnya. 

Adapun sejumlah touch point yang dapat diberi rating oleh traveler misalnya, baggage claim convenience, baggage handling, check in process, internet access/WiFi, land transportation, waiting room convenience, security process, shopping faciliities, supporting facilities, toilet dan lain sebagainya. 

“Sistem penilaian secara real time dari pelanggan ini membuat AP II dapat lebih memaksimalkan kinerja sehingga terjadi quick response terhadap masukan pelanggan bisa menjadi early warning sistem detection terhadap layanan yang ada, serta menumbuhkan operation agility process terhadap layanan pelanggan,” jelasnya. 

Pada tahal awal, lanjut Awaludin READY4CX tersedia bagi traveler untuk menilai layanan di 16 bandara. “Ke depannya akan mencakup 19 bandara atau di seluruh bandara yang dikelola AP II,” ujarnya. 

Baca Juga : Hanya PKI Dan Orang Gila Yang Tega Bunuh Ulama

Sejak diluncurkan, sistem penilaian real time ini mendapat sambutan yang baik dari traveler dengan memberikan penilaian melalui i-Mate Kiosk. 

Seperti, pada 7 Januari 2020, total responden di 16 bandara mencapai 9.632 penumpang. Rata-rata rating kinerja pelayanannya mencapai 4.31 dengan rating tertinggi pada baggage claim convenience (4.47) dan terendah adalah baggage handling (3.91). 

“Penilaian dengan hasil real time ini sangat berguna bagi kami untuk mempertahankan standar global atau memenuhi seluruh kriteria dalam komponen Airport Service Quality [ASQ] dari Airport Council Internationl [ACI] dan juga Skytrax. Pada akhirnya, bandara-bandara di Indonesia akan sejajar dengan bandara kelas dunia lainnya dengan standard global,” ujarnya. 

Seperti diketahui, selama tiga tahun terakhir, AP II telah  mengimplementasikan konsep Smart Airport dalam berbagai pengembangan bandara-bandara yang dikelolanya.

Salah satunya, dari Smart Airport adalah program Airport Digital Journey Experience. Melalui program Airport Digital Journey Experience, AP II menghadirkan digitalisasi di berbagai titik layanan (touchpoint) kepada traveler.

Baca Juga : Sabina Altynbekova, Anggun Kenakan Gaun Panjang

Sejumlah layanan digitalisasi itu,  dimulai dari Airports Mobile App, self check-in, digital wayfinding, digital lounge, smart taxi, smart baggage, e-booth, e-ticketing hingga smart toilet.

AP II saat ini mengelola 19 bandara, termasuk bandara terbesar dan tersibuk di Indonesia, yaitu Bandara Internasional Soekarno-Hatta. [KPJ]