Kilang Balikpapan Dikebut, Pertamina-Mubadala Teken Perjanjian Prinsip

Kilang RU V Balikpapan, Kalimantan Timur (Foto: Humas Pertamina)
Klik untuk perbesar
Kilang RU V Balikpapan, Kalimantan Timur (Foto: Humas Pertamina)

RMco.id  Rakyat Merdeka - PT Pertamina (Persero) telah menandatangani perjanjian prinsip atau Refinery Investment Principle Agreement, untuk mengevaluasi lebih lanjut peluang kerja sama investasi di sektor pengolahan, bersama Mubadala - perusahaan investasi asal Uni Emirat Arab -.

Perjanjian tersebut akan memberikan struktur yang jelas untuk memastikan kerja sama, sebagai jalur menuju investasi bersama yang potensial. Salah satunya, untuk memastikan percepatan pengembangan Refinery Development Master Plan (RDMP) RU V Balikpapan.

Penandatanganan yang dilakukan oleh Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dan CEO Petroleum & Petrochemicals Mubadala Investment Company Musabbeh Al Kaabi di Abu Dhabi, UEA, Senin (12/1) itu disaksikan langsung oleh Presiden Jokowi dan Putra Mahkota Abu Dhabi yang juga Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Uni Emirat Arab (UEA), Syaikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan. 

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menjelaskan, penandatangan perjanjian ini merupakan bentuk komitmen Pertamina dan Mubadala, sebagai salah satu investor yang berminat mengembangkan RDMP Balikpapan.

Berita Terkait : Peduli Pendidikan, Pertamina Beri Bantuan Pojok Baca di Wilayah 3T

Penandatanganan perjanjian prinsip ini, dilakukan untuk melanjutkan proses kemitraan ke tahap uji tuntas dan negosiasi.

“Ini menunjukkan adanya keseriusan kedua belah pihak, untuk mencapai kesepakatan bisnis dalam rangka mempercepat pembangunan RDMP Balikpapan. Sebagaimana diamanahkan pemerintah kepada Pertamina,” ungkap Nicke.

Saat ini, Pertamina sedang mencari equity investor (mitra investasi modal), untuk bergabung dalam mengembangkan RDMP RU V Balikpapan.

Proses tersebut telah dimulai pada Mei 2019, dengan penerbitan project teaser kepada calon investor yang terdiri dari perusahaan migas internasional, perusahaan perdagangan, dan investor keuangan.

Berita Terkait : Komitmen Dalam Kegiatan Sosial, Pertamina Teken MoU Dengan Pemkot Balikpapan

“Setelah project teaser diterbitkan, beberapa investor telah mengirimkan Letter of Interest kepada Pertamina. Proses selanjutnya, akan dilakukan project sounding dan kunjungan ke kilang Balikpapan, bagi investor yang tertarik,” lanjut Nicke.

Untuk RDMP Balikpapan, calon mitra yang ditargetkan adalah financial investor (perusahaan investasi keuangan). Sebab, saat ini proyek telah memasuki tahapan konstruksi, dan sudah ada skema tolling.

Dengan latar belakang seperti ini, Mubadala dinilai sebagai salah satu financial investor yang  pas dengan kriteria yang ditetapkan Pertamina.

Selain itu, Mubadala juga memiliki kompetensi teknis yang diharapkan dapat membantu Pertamina, dalam hal manajemen proyek.

Baca Juga : Soal Upah Buruh, Ini Penjelasan Aice

"Perjanjian ini juga merupakan tindak lanjut dari pengembangan hubungan antara Mubadala, ertamina dan Indonesia. Yang mencakup sektor hulu, pengolahan, dan Petrokimia," terang Nicke.

Sebelumnya, pada bulan November 2019, Pertamina telah mengeluarkan Preliminary Information Memorandum kepada investor terseleksi, yang telah menyatakan minat dan komitmennya terhadap proyek RDMP RU V Balikpapan.

Estimasi investasi yang diperlukan untuk proyek tersebut berjumlah 5,5 miliar dolar AS.

Pembangunan RDMP RU V Balikpapan merupakan kilang RDMP pertama yang telah dijalankan Pertamina dari keseluruhan rencana pengembangan kilang, yakni empat RDMP dan dua kilang baru (grass root refinery). [HES]