Raih Gelar Doktor Honoris Causa

Basuki Bicara Pengendalian Banjir di Perayaan 100 Tahun ITB

Orasi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, saat mendapat gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa) dari ITB yang digelar di Aula Barat Kampus ITB, Jalan Ganesha, Bandung, Jawa Barat, Kamis (16/1). (Foto: Istimewa)
Klik untuk perbesar
Orasi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, saat mendapat gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa) dari ITB yang digelar di Aula Barat Kampus ITB, Jalan Ganesha, Bandung, Jawa Barat, Kamis (16/1). (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pembangunan infrastruktur pengendali banjir sangat penting dalam upaya mengurangi dampak bencana banjir bagi masyarakat. 

Hal itu dikatakan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono saat mendapat gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa) dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang digelar di Aula Barat Kampus ITB, Jalan Ganesha, kemarin. 

Pria jebolan UGM ini mengatakan, untuk lima tahun ke depan, visi Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Maruf Amin, Kabinet Indonesia Maju adalah tetap melanjutkan pembangunan infrastruktur. 

Baca Juga : BNI Berikan Fasilitas Istimewa Buat Nasabah Emerald

Khususnya melanjutkan dan memanfaatkan yang telah dibangun. Di bidang sumber daya air, Kementerian PUPR menargetkan, penyelesaian 45 bendungan on going dan 15 bendungan baru, pembangunan 1.000 embung, 500 ribu hektar jaringan irigasi baru dan rehabilitasi jaringan irigasi seluas 2,5 juta hektar dan 2.100 km pengendali banjir dan pengaman pantai. 

Menurutnya, pembangunan infrastruktur pengendali banjir sangat penting dalam upaya mengurangi dampak bencana banjir bagi masyarakat. 

Rektor ITB Kadarsah Suryadi mengatakan, penganugerahan gelar doktor ini juga dilak sanakan bertepatan dengan 100 tahun ITB sebagai institusi Pendidikan Tinggi Teknik di Indonesia. 

Baca Juga : Komisi IV Dukung Temanggung Jadi Sentra Terbesar Bawang Putih

ITB juga berterimakasih karena Kementerian PUPR telah banyak melakukan kerja sama, baik berupa bantuan prasarana pendidikan, menyediakan tempat kerja praktek bagi mahasiswa, maupun melibatkan civitas akademika dalam berbagai kegiatan yang menyangkut kepakaran di ITB. 

“Saya berharap penganugerahan Gelar Doktor Kehormatan seperti yang diberikan kepada Bapak Menteri PUPR Basuki Hadimuljono ini dapat dijadikan contoh untuk generasi penerus, untuk menjadi pekerja yang profesional, birokrat yang ulet dan berdedikasi tinggi, maupun sebagai organisator yang tangguh sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi kesejah teraan bangsa,” ujarnya. 

Turut hadir, mantan Wapres Jusuf Kalla, Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Arifin Tasrif, Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, serta sejumlah mantan Menteri PU.  [NOV]