RMco.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pertanian (Kementan) maksimalkan teknologi Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) untuk meningkatkan produksi kedelai nasional. Salah satunya dengan memanfaatkan varietas unggul baru (VUB) kedelai Biosoy.

Menurut Direktur Aneka Kacang dan Umbi (AKABI) Ditjen Tanaman Pangan, Kementan, Amirudi Pohan, tahun ini Kementan menargetkan produktivitas dan produksi kedelai naik minimal 7 persen per tahun. “Perkiraan produksi kedelai tahun 2019 sebesar 358.627 ton. Tahun 2020 ditargetkan meningkat 7 persen menjadi 383.371 ton,” papar Amirudi dalam Rapat Koordinasi Pemanfaatan dan Target Pengembangan Kedelai Inovasi Balitbangtan, di Gedung BB Biogen, Bogor, Senin (20/1).

Berita Terkait : Kemenhub Libatkan Kampus Kaji Kebijakan Transportasi di Masa Pandemi

Untuk mencapai target tersebut, Kementan melakukan pengembangan kawasan kedelai di 21 provinsi dengan luas lahan sekitar 300.000 hektar. Selain meningkatkan produktivitas dan produksi, Kementan juga menargetkan luas tanam dan panen kedelai bertambah tiap tahun. Begitu juga dengan nilai ekspor yang harus meningkat hingga tiga kali lipat dalam lima tahun.

“Untuk itu, yang kami butuhkan dari Balitbangtan tentu VUB, rekomendasi pemupukan, teknik pengendalian hama. Dan yang tidak kalah penting adalah pendampingan teknologi,” kata Amirudi.

Berita Terkait : Cakada Bandel Layak Ditegur

Plt. Sekretaris Balitbangtan, Mastur, menyebutkan, pihaknya sedang menyiapkan benih sumber kedelai biosoy di tiga daerah yakni Cisarua, Kuningan, dan Majalengka. Benih tersebut akan dikembangkan menjadi benih sebar melalui unit pelaksana teknis terkait seperti Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) di sejumlah provinsi. 

“Yang terpenting saat ini adalah bagaimana benih yang disebarkan di BPTP nanti bisa ditanam di lahan yang tepat, tanah yang subur dan ketersedian air yang cukup. Dengan adanya sinergi dari semua pihak, saya optimis Indonesia bisa swasembada kedelai dengan memanfaatkan VUB rakitan Balitbangtan,” ucapnya.

Berita Terkait : Dukung Implementasi Propaktani, Kementan Lakukan Sinergisitas Dengan Berbagai Pihak

Biosoy sendiri merupakan kedelai biji besar dengan potensi hasil hingga 3,55 ton per hektar. Kelebihan lain dari kedelai ini adalah toleran penyakit karat dan memiliki ukuran batang yang besar dan kokoh. Hingga kini kedelai biosoy telah dikembangkan di sejumlah daerah seperti Grobogan, Jawa Barat, Yogyakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Jambi, Sumatera Utara, Jawa Timur, Bali, dan Sulawesi Barat. [KAL]