Jadi Pembicara Di Swiss

Menko Luhut Ajak Perusahaan Teknologi Bangun Bisnis Di Indonesia

Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Pandjaitan
Klik untuk perbesar
Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Pandjaitan

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Indonesia akan bekerja sama dengan perusahaan teknologi demi memperbaiki kondisi ekonomi sosial. 

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Pandjaitan saat memberikan sambutan pembukaan dalam GrabLuncheon dengan Big Tech Companies, yakni Microsoft, VMWare, Global Uber dan Global Mastercard President Singapore ICT Minister, yang digelar dalam rangkaian World Economic Forum (WEF) 2020 di Davos, Swiss. 

“Pemerintah akan bekerja sama dengan perusahaan teknologi untuk memanfaatkan teknologi, demi kemajuan perbaikan ekonomi dan sosial bagi warga negara kita,” katanya.

Baca Juga : Airlangga Beri Kuliah Umum di Seskoal

Luhut mengungkapkan, saat ini tanpa disadari manusia selalu dikelilingi oleh teknologi. Digitalisasi dan teknologi hampir selalu mengiringi semua kegiatan yang dilakukan manusia. 

“Setiap orang memiliki hak untuk mendapat manfaat dari ekonomi digital. Di wilayah berkembang seperti Asia Tenggara, memberi orang akses ke platform digital dapat meningkatkan kualitas hidup secara signifikan untuk generasi berikutnya,” ujarnya. 

Luhut menjelaskan, guna meningkatkan teknologi itu, Presiden Jokowi berfokus pada pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas. 

Baca Juga : Sejumlah Wilayah Di Indonesia Rentan Rawan Pangan

“Saya percaya perusahaan teknologi akan memiliki peran penting di dalamnya. Seperti Indonesia, saya percaya banyak pemerintah di seluruh dunia memandang para pemimpin industri seperti anda untuk bekerja bahu-membahu bersama dalam mengembangkan bakat berkualitas untuk membantu membangun bangsa,” ungkapnya. 

Luhut berharap, perusahaan teknologi nantinya dapat membantu pemerintah membangun ekosistem yang tepat untuk pusat Research and Development (R&D) untuk dampak jangka panjang bagi semua bangsa. 

“Penting juga bahwa perusahaan teknologi berkomitmen untuk berada di sini untuk jangka panjang, membangun untuk generasi masa depan. Tidak hanya menghasilkan uang, tetapi juga membantu pemerintah menemukan solusi untuk masalah kita,” jelasnya. 

Baca Juga : Di Rapat Paripurna Istimewa DPRD, Walkot Tangerang Paparkan Capaian dan Evaluasi Kerja

Sebagai penutup, Luhut menekankan pemerintah Indonesia terbuka untuk bekerja dengan sektor swasta.Dia percaya bahwa banyak negara lain mengambil pendekatan yang sama seperti apa yang dilakukan pemerintah Indonesia. 

“Bagi para pemimpin sektor swasta dan industri teknologi seperti Anda, penting untuk menunjukkan komitmen yang sama terhadap pembangunan masyarakat dan bangsa. Itu adalah cara terbaik bagi pemerintah dan sektor swasta untuk bekerja sama, menggunakan teknologi untuk selamanya,” jelasnya. 

Untuk diketahui, perda gangan Indonesia-Swiss periode Januari-November 2019 mencapai 1,38 miliar dolar AS. Total ekspor Indonesia ke Swiss tercatat sebesar 727,3 juta dolar AS dan impor Indonesia dari Swiss tercatat sebesar 659 juta dolar AS. [KPJ]