Wow, 728 Proyek Infrastruktur Akan Dibiayai Dari Surat Utang

Pembangunan infrastruktur jalan nasional terus ditingkatkan.
Klik untuk perbesar
Pembangunan infrastruktur jalan nasional terus ditingkatkan.

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah akan menggunakan dana hasil penerbitan surat utang untuk pembiayaan proyek pemerintah. Ada 728 proyek yang di 34 provinsi yang akan dibiayai hasil penerbitan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) tahun ini.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat, dari 2019 hingga 16 Januari 2020 pemerintah sudah menerbitkan SBSN alias Sukuk Negara mencapai Rp 1.230 triliun. Sedangkan jumlah Sukuk Negara yang masih beredar mencapai Rp 738,37 triliun.Keseluruhan sukuk negara tersebut, diterbitkan melalui lelang, bookbuilding, maupun private placement.

Baca Juga : Airlangga Beri Kuliah Umum di Seskoal

Direktur Jenderal (Dirjen) Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu, Luky Alfirman mengatakan, mayoritas dana dari penerbitan surat utang tersebut, digunakan untuk pembangunan infrastruktur nasional.

“Pada 2019 pembiayaan proyek yang menggunakan SBSN sebesar Rp 28,34 triliun. Ini meliputi 16 unit eselon I di 7 Kementerian/Lembaga (K/L) untuk 619 proyek yang tersebar di 34 provinsi. 

Baca Juga : Sejumlah Wilayah Di Indonesia Rentan Rawan Pangan

Sedangkan untuk tahun 2020 pembiayaan menggunakan SBSN mencapai Rp 27,35 triliun yang meliputi 17 unit eselon I di 8 Kementerian/Lembaga untuk 728 proyek yang tersebar di 34 provinsi," kata Luky di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, kemarin.

Luky mengatakan, pemerintah juga sudah mempersiapkan proyek yang akan didanai di 2021 mendatang. Sebelum dana dikucurkan, kata Luky tim teknis di Kementerian Keuangan, Bappenas dan K/L agar dapat memperhatikan kebijakan umum dan mencermati aspek teknis terkait dengan kesiapan pelaksanaan proyek SBSN tersebut.

Baca Juga : Di Rapat Paripurna Istimewa DPRD, Walkot Tangerang Paparkan Capaian dan Evaluasi Kerja

"Dengan begitu, proyek yang diusulkan dapat berkualitas dari sisi perencanaan dan pelaksanaannya, sehingga dapat memenuhi target output dan outcome yang ditetapkan," tegasnya.[NOV]