Sukses Pertahankan Investment Grade

BI: Daya Tahan Perekonomian Indonesia Diakui Fitch

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo (Foto: Khairizal Anwar/RM)
Klik untuk perbesar
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo (Foto: Khairizal Anwar/RM)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Lembaga pemeringkat Fitch Ratings (Fitch) kembali menetapkan peringkat sovereign credit rating Indonesia, pada level BBB/outlook stabil (Investment Grade), Jumat (24/1).

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, afirmasi rating Indonesia pada level BBB dengan outlook stabil, merupakan bentuk pengakuan Fitch atas kondisi perekonomian Indonesia, yang berdaya tahan di tengah dinamika perekonomian global. Didukung sinergi bauran kebijakan yang kuat, antara Bank Indonesia dan pemerintah.

"Ke depan, BI akan mencermati perkembangan ekonomi global dan domestik, dalam memanfaatkan ruang bauran kebijakan yang akomodatif. Serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah, guna mendorong momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia," papar Perry, dalam keterangan resminya, Jumat (24/1).

Fitch menilai, ada dua faktor kunci yang mendukung afirmasi rating tersebut. Yakni prospek pertumbuhan ekonomi jangka menengah yang baik, dan beban utang pemerintah yang relatif rendah dibandingkan negara peers dengan rating yang sama.

Di sisi lain, Fitch menggarisbawahi tantangan yang masih dihadapi. Yaitu masih tingginya ketergantungan terhadap sumber pembiayaan eksternal, penerimaan pemerintah yang rendah, serta indikator struktural seperti tata kelola dan PDB per kapita yang masih tertinggal dibandingkan negara peers rating.

Berita Terkait : Erick Thohir Bakal Rombak Manajemen Pupuk Indonesia

Fitch memprakirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tetap resilien pada beberapa tahun mendatang. Didukung berlanjutnya pembangunan infrastruktur publik, dan agenda reformasi pada periode kedua Presiden Jokowi.

Upaya reformasi struktural pemerintah diyakini memiliki potensi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi asing langsung dalam jangka menengah. Hal ini akan bergantung kepada langkah rinci pemerintah, serta implementasinya.

Parlemen dijadwalkan melakukan pembahasan dua “Omnibus Law” dalam beberapa bulan ke depan, dengan kemungkinan besar mencakup sejumlah amandemen ketentuan terkait perpajakan dan lingkungan usaha.

Dari sisi fiskal, Fitch memprakirakan defisit fiskal akan tetap stabil pada 2020. Utang pemerintah diprakirakan tetap rendah yaitu 30,1 persen PDB pada 2019.

Fitch meramal, rasio utang terhadap PDB hanya akan sedikit meningkat pada beberapa tahun mendatang, dengan asumsi pemerintah tetap mematuhi batasan fiskal defisit 3 persen PDB.

Berita Terkait : Peringkat Utang Indonesia Bertahan di Investment Grade Outlook Stabil

Dari sisi domestik, tekanan inflasi diprakirakan akan tetap rendah pada lingkungan ekonomi saat ini. Dalam beberapa tahun terakhir, inflasi tetap terkendali dan berada dalam rentang target Bank Indonesia 3,5 persen ± 1 persen

Dari sisi eksternal, kondisi pasar keuangan yang cukup kondusif telah mendukung peningkatan cadangan devisa hingga mencapai 129 miliar dolar AS pada Desember 2019.

Fitch memproyeksi, current account deficit (CAD) tetap berada pada level 2,7 persen PDB. Baik pada 2019 maupun 2020. Tahun 2021, diprediksi sedikit membaik menjadi 2,6 persen. Lebih dari setengahnya, dibiayai oleh aliran masuk investasi asing langsung. Sedangkan sisanya, dibiayai aliran masuk investasi portofolio.

"Implementasi reformasi struktural yang kuat dan persepsi perusahaan asing terhadap perbaikan level-playing field diharapkan dapat mendorong peningkatan aliran masuk investasi asing langsung, dan memperkuat kondisi keuangan eksternal Indonesia," tutur Perry.

Fitch memandang risiko yang bersumber dari sektor perbankan Indonesia terbatas. Rasio kredit swasta terhadap PDB hanya 36 persen. Sedangkan rasio kecukupan modal bank tetap kuat, yakni 23,7 persen pada November 2019.

Berita Terkait : Neraca Pembayaran Indonesia Surplus, Optimisme Terhadap Perekonomian Domestik Terjaga

Eksposur pinjaman dalam valas perbankan Indonesia, tercatat sekitar 15 persen dari total pinjaman. Dengan kewajiban bank dalam valas dapat diimbangi oleh aset valas, atau telah dilakukan lindung nilai. Serta sebagian kewajiban merupakan pembiayaan yang berasal dari perusahaan induk.

Fitch sebelumnya telah mempertahankan peringkat Indonesia pada level BBB/stable outlook (Investment Grade) pada 14 Maret 2019. [HES]