Jamur Pangalengan Gempur Pasar Singapura

Jamur (Foto: Humas Kementan)
Klik untuk perbesar
Jamur (Foto: Humas Kementan)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Jamur memiliki potensi ekspor sangat tinggi. Pasarnya sangat luas. Amerika Serikat, Jepang, China, Korea Selatan, Jepang, Hongkong, Kanada, Belanda, Jerman, dan Singapura jadi negara yang konsumsinya jamurnya tinggi. Tingkat konsumsi jamur di Eropa rata-rata sebesar 1,5 kg per kapita setiap tahunnya. Sedangkan Amerika Serikat sekitar 0,5 kg per kapita per tahun.       

Peluang pasar tersebut direspons  perusahaan sayuran dan jamur di antaranya PT Indo Evergreen, yang berlokasi di Desa Sukamanah, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Perusahaan ini melakukan ekspor jamur kancing (champignon) dan sayuran buncis dalam bentuk segar ke Singapura dengan volume rata-rata 30 ton per bulan. Peningkatan untuk tahun 2020 diprediksi akan mengalami kenaikan dengan negara tujuan Singapura.         

Berita Terkait : Pacu Ekspor Buah dan Flori, Kementan Bangun Kawasan Berdaya Saing

Kabid Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Jumhana, menyatakan perkembangan sayuran dan jamur di Bandung pada saat ini nilai produksinya mengalami peningkatan. “Kami mendorong ekspor sayuran. Diharapkan dengan penerapan mutu dengan kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknologi, penerapan SOP, GAP dan GHP dapat membantu persyaratan izin ekpor,” ujar Jumhana, Jumat (24/1).        

Plt Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Ditjen Hortikultura, Kementerian Pertanian (Kementan), Sukarman, optimistis target peningkatan ekspor tiga kali lipat yang dicanangkan Mentan Syahrul Yasin Limpo bisa tercapai. Karena itu pihaknya mendorong terus ekspor produk pertanian, seperti sayuran dan jamur      

Berita Terkait : Bamusi Kecam Pembakaran Masjid di India

Dia menjelaskan, di 2018, tingkat konsumsi jamur Indonesia mencapai 47.753 ton dengan tingkat konsumsi mencapai 0,18 kg per kapita per tahun. Sementara produksi diperkirakan 37.020 ton. 

“Ini merupakan peluang untuk meningkatkan produksi jamur di Indonesia. Rata-rata ekspor jamur ke manca negara sebanyak 5.300 ton dengan nilai transaksi mencapai 9 juta dolar AS. Ini merupakan pendapatan yang meningkatkan devisa negara,” tukas Sukarman. [KAL]