Cegah Virus Corona Masuk Indonesia, Begini Saran Apindo

Ilustrasi virus corona. (Foto: Shutter Stock)
Klik untuk perbesar
Ilustrasi virus corona. (Foto: Shutter Stock)

RMco.id  Rakyat Merdeka -
Cepatnya peredaran virus corona asal China membuat pengusaha nasional khawatir. Mereka meminta pemerintah untuk memperketat masuknya barang asal negeri Tirai Bambu ke dalam negeri. 

Permintaan tersebut disampaikan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Hariyadi Sukamdani di Jakarta, Sabtu (25/1).

Menurut dia, pengusaha akan memperketat beberapa barang impor asal China. Pasalnya, virus corona ini bisa menyebar lewat makanan. Hal yang membuat virus ini menyebar cepat dan massif.

Berita Terkait : China Laporkan Penurunan Jumlah Kasus Infeksi Baru, Terendah Sejak 23 Januari

"Karena mereka kan suka makan yang aneh-aneh, semuanya mereka makan," kata Hariyadi

Selain pengetatan barang, Hariyadi juga meminta agar pemerintah memperketat para pengunjung yang datang ke Indonesia, terutama dari negara-negara yang sudah terdampak virus corona. 

"Filternya seharusnya di bandara jadi pemerintah harus siaga sejak diawal," sarannya.

Berita Terkait : Wakil Presiden Iran Masoumeh Ebtekar Terjangkit Virus Corona

Kendati begitu, kata dia, hubungan bisnis Apindo dengan China masih dalam kondisi normal. Ini seiring beberapa impor dari China lebih banyak berasal industri manufaktur dan peralatan teknologi.

Ekonom Institute for Development of Economics & Finance (INDEF), Bhima Yudhistira mengatakan, virus corona berdampak berbahaya bagi perekonomian Indonesia. Virus ini bisa membuat jumlah wisatawan di 2020 makin menurun. Terutama yang berasal dari China.

"Dengan adanya penurunan di sektor pariwisata, otomatis di bawah sektor tersebut mulai dari restoran, hotel, hingga toko oleh-oleh, juga akan ikut berdampak," ujarnya.

Berita Terkait : Virus Corona Mendunia, Jerman Dan Polish Open Badminton Dibatalkan

Kemudian dari sisi perdagangan, virus corona akan mengganggu percepatan perdagangan Indonesia-China. Terakhir akan sangat mengganggu sektor keuangan. Menurut Bhima, virus corona bisa membuat para investor berpikir ulang untuk berinvestasi di negara Asia lantaran berisiko besar. [DIT]