Dalam Kondisi Darurat

Runway Tiga Bandara Soetta Akan Sangat Berguna

Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin (paling kiri) bersama Menhub Budi Karya Sumadi (kedua kiri) memberikan keterangan soal runway 3 Bandara Soekarno-Hatta. Foto: Humas Kemenhub
Klik untuk perbesar
Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin (paling kiri) bersama Menhub Budi Karya Sumadi (kedua kiri) memberikan keterangan soal runway 3 Bandara Soekarno-Hatta. Foto: Humas Kemenhub

RMco.id  Rakyat Merdeka - Beroperasinya landasan pacu atau runway 3 sangat signifikan menambah manfaat bagi pelayanan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta).

Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin menuturkan, peningkatan terlihat saat musim Natal dan Tahun Baru yang lalu. Dari hitungannya, kata Awaluddin, selama 18 hari pelaksanaan periode Natal dan Tahun Baru, on time performance (OTP) atau performa ketepatan waktu di Bandara Soetta meningkat signifikan.

Baca Juga : Komisi VII DPR Akan Cari Jalan Keluar Masalah Larangan Ekspor Nikel

"Runway 3 sudah digunakan pada operasi Natal dan Tahun Baru, 19 Desember sampai dengan 7 Januari. Pada 18 hari itu OTP yang dulu rata-ratanya 79 persen, kali ini OTP-nya di 83 persen dengan jumlah pergerakan 23 ribu movement dalam 18 hari," ungkapnya.

Menurutnya, perbandingan peningkatan OTP peak season tersebut menunjukkan adanya efektivitas dari runway baru tersebut.

Baca Juga : Wamen PUPR Keluhkan Pembangunan Di Daerah Lambat

Selain itu, Awaluddin mengungkapkan ketepatan waktu tersebut tanpa melalui rekonsiliasi sehingga datanya juga tersaji secara utuh.

Ia menegaskan keberadaan runway 3 juga sangat berperan ketika terjadi kondisi-kondisi luar biasa seperti adanya pengalihan penerbangan dari Bandara Halim Perdanakusumah ke Soetta akibat banjir yang melanda pada awal tahun.

Baca Juga : Toyota Sudah Siapkan Strategi Antisipasi Dampak Corona

Runway 3 juga berperan sebagai kontigensi atau cadangan ketika salah satu landasan pacu tidak beroperasi karena berbagai hal. Artinya, yang beroperasi tetap ada 2 runway.

"Ketika situasi di luar kebiasaan, seperti menutup Halim, kalau kondisi begitu sulit mengoperasikan 1.200 pergerakan sehari, ada bandara terdekat yang bisa bantu," jelasnya. [KPJ]