Berkaca Pada Flu Babi

Awas, Virus Corona Berdampak Buruk Pada Ekonomi Indonesia

Suasana RS No 9 Wuhan China, menangani penyebaran virus Corona.
Klik untuk perbesar
Suasana RS No 9 Wuhan China, menangani penyebaran virus Corona.

RMco.id  Rakyat Merdeka - Meski belum ada kasus terjadi, virus corona yang merebak di China dikhawatirkan bisa mempengaruhi perekonomian Indonesia.

Sebab itu, pemerintah diminta segera lakukan antisipasi dan menangkal virus corona masuk Indonesia. Peneliti Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet mengatakan, dampaknya virus corona akan beragam tergantung dari sektornya. 

“Belajar dari pengalamam, virus Sars dan H1N1 (flu babi) tetap ada dampaknya ke ekonomi. Paling rentan ke aktivitas perdagangan Indonesi, apalagi China merupakan salah satu mitra dagang utama Indonesia,” kata Yusuf kepada Rakyat Merdeka. 

Selain itu, kata dia, adanya virus corona sedikit banyak akan mempengaruhi kegiatan ekspor dan impor dari dan menuju ke China dalam beberapa bulan ke depan. Begitupun dengan pari wisata, akan ikut terasa dampaknya, karena jumlah pariwisata asal China juga semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir. 

Berita Terkait : Dari Italia, Kasus Virus Corona Merebak di Austria Hingga Swiss

Belum lagi, lanjutnya, masalah tenaga kerja. Kalau melihat jumlah investasi dari China yang masuk ke Indonesia merupakan 5 terbesar dengan total investasi selama periode 2014-2019 mencapai 13 miliar dolar Amerika Serikat (AS) yang tersebar dalam 8 ribu proyek. 

“Angka ini berpotensi semakin besar di tahun 2020. Dari investasi ini perlu diwaspadai apabila dalam paket investasi nya satu paket dengan membawa tenaga kerja. Artinya, investasi dari China bisa turun drastis karena tenaga kerjanya dilarang masuk ke Indonesia,” tegas Yusuf. 

Maka dari itu, kata Yusuf, harus ada langkah antisipasi dari pemerintah, seperti mereview investasi dari china, yang membawa tenaga kerja perlu ditunda sampai penanganan virus ini benar-benar selesai. 

Di samping itu, pengetatan di pelabuhan-pelabuhan atau bandara juga perlu ditingkatkan sampai dengan kondisi virus bisa ditanggulangi. 

Berita Terkait : Masa Inkubasi Virus Corona Ternyata Bisa 27 Hari

Sebelumnya, Presiden Jokowi memastikan pemerintah mengawasi ketat jalur masuk ke Indonesia, mulai dari pelabuhan hingga bandara. Ini untuk memastikan setiap orang yang masuk ke Indonesia dari luar negeri tidak terjangkit virus corona. 

“Kita sudah siap mencek dengan scanner setiap kedatangan dari luar, siapapun yang kita perkirakan kemungkinan besar terjangkit. Tapi sampai sekarang informasi yang saya terima dan moga-moga seterusnya, tidak ada yang terjangkit corona,” ujar dia. 

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, pemerintah juga terus memantau dampak ekonomi dari penyebaran virus yang diduga mulai tersebar dari Wuhan, China tersebut. 

“Kita akan lihat dampaknya, (penularannya) bisa sama seperti SARS atau H1N1,” kata Sri Mulyani. 

Berita Terkait : Virus Corona Sudah Sampai Iran, Korbannya Ada Dua

Menurut dia, pemerintah telah melakukan antisipasi agar penyebaran virus corona tidak masuk ke Indonesia. Kementerian Kesehatan dan stakeholder lainnya, sudah melakukan koordinasi untuk melakukan langkah mitigasi, salah satunya di bandara. 

“Untuk saat ini kalau dari sisi penyakit dan ancaman, kami minta Kemenkes dan beliau sudah mengambil langkah-langkah antisipasi bahkan dari airport,” ujar dia. 

Dia juga mengatakan terus berkoordinasi dengan berbagai rumah sakit dan lembaga termasuk industri yang berhubungan dengan virus dan kesehatan lainnya. 

Sebelumnya diberitakan, penyebaran virus Corona di beberapa negara Asia membuat bursa saham Eropa hingga Asia menyentuh zona merah. Akibat virus tersebut, pariwisata Korea Selatan hingga Jepang ikut terdampak. Sekitar 130 ribu wisatawan China tadinya akan menyambangi Korsel untuk merayakan libur Tahun Baru Imlek. Tetapi, bandara-bandara di Korsel meningkatkan pengawasan dan menutup akses bagi wisatawan asal China. [NOV]