Luncurkan Griya Berkah

Mandiri Syariah Patok Pertumbuhan KPR Syariah 20 Persen

Dari kiri, Corporate Secretary Mandiri Syariah Reza, Senior Executive Voce President Retail Banking Wawan Setiawan dan Group Head Consumer and Finance Praka Mulia Agung usai Sosialisasi Griya Berkah di Jakarta, Rabu (29/1). (Foto: ist)
Klik untuk perbesar
Dari kiri, Corporate Secretary Mandiri Syariah Reza, Senior Executive Voce President Retail Banking Wawan Setiawan dan Group Head Consumer and Finance Praka Mulia Agung usai Sosialisasi Griya Berkah di Jakarta, Rabu (29/1). (Foto: ist)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Sepanjang tahun ini, PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) menargetkan pertumbuhan pembiayaan pemilikan rumah bisa tumbuh hingga 20 persen dari tahun lalu yang mencapai 12 persen atau setara Rp 11,35 triliun.

Pertumbuhan pembiayaan rumah tersebut jauh lebih baik ketimbang pertumbuhan KPR di industri yang diprediksi hanya naik single digit atau dikisaran 8 persen.

Senior Executive Vice President (SEVP) Retail Banking Mandiri Syariah, Wawan Setiawan mengatakan, saat ini nasabah produk pembiayaan Griya Berkah telah mencapai 50 ribu nasabah, yang sekitar 40 persennya dikontribusi oleh nasabah milenial di rentan usia 25-35 tahun. "Dengan target market yang jelas di usia milenial ini, kami yakin target 20 persen Inshaa Allah tercapai," katanya dalam Sosialisasi Griya Berkah di Jakarta, kemarin.

Bahkan dari sisi kualitas atau Non Performing Financing (NPF) pun cukup baik hanya dikisaran 1,3 persen sementara di industri mencapai 2,2 persen. Tahun ini, lanjut Wawan, NPF akan ditekan dibawah 1,3 persen dengan melakukan berbagai strategi.

Berita Terkait : Mandiri Syariah Manjakan Nasabah

Beberapa di antaranya yaitu target nasabah yang tepat. Kemudian bekerja sama dengan developer yang berkualitas, serta lokasi yang benar-benar terbaik dengan harga yang sesuai.

"Kebanyakan NPF justru disumbang dari debitor lama bukan debitor yang baru. Kami lebih selektif, apalagi target pasar milenial kita cukup bagus dari angsurannya ya," sebut Wawan.

Untuk memenuhi target tersebut, Mandiri Syariah pun meluncurkan Griya Berkah terbaru, di mana pembiayaan pemilikan rumah dengan hadiah porsi haji kepada nasabah yang diberikan dalam bentuk Tabungan Mabrur tanpa ada kenaikan margin pembiayaan. 

Hadiah akan diproses melalui Tabungan Mabrur nasabah selama periode du tahun pembiayaan selama pembayaran angsuran lancar. Layanan ini menggunakan akad Murabahah dan ditujukan bagi nasabah pembiayaan pemilikan rumah hunian baik baru, rumah second maupun take over dari bank lain. 

Berita Terkait : Mantap, Laba Mandiri Syariah Naik 110,68 Persen

“Kami ingin mengakomodir tingginya animo masyarakat dalam melaksanakan ibadah umroh dan haji. Alhamdullilah, hal ini sejalan dengan adanya persepsi positif Mandiri Syariah sebagai bank layanan haji umroh,” kata Wawan.

Per Desember 2019, Tabungan Mabrur Mandiri Syariah mencapai lebih dari Rp 5 triliun dengan jumlah rekening mencapai 2 juta rekening. Dengan maksimal nilai pembiayaan sebesar Rp 5 miliar,  Griya Berkah mempunyai jangka waktu pinjaman atau tenor hingga 20 tahun. 

"Ticket size yang kami berikan di atas Rp 400 jutaan dengan pricing 6,02 persen. Sebagai tahap awal layanan ini akan menjangkau di wilayah Jabodetabek untuk selanjutnya secara bertahap akan meluas ke kota-kota besar lainnya," sebutnya.

Group Head Consumer and Finance Mandiri Syariah Praka Mulia Agung menyampaikan, Mandiri Syariah adalah bank pertama yang mengasosiasikan produk pembiayaan rumah dengan dengan produk Tabungan Haji.  

Berita Terkait : Mandiri Syariah Kucurkan Beasiswa Rp 2,4 Miliar Ke Mahasiswa Unair

“Jadi selain mendapatkan rumah impian, nasabah akan mendapatkan tambahan hadiah berupa Tabungan Mabrur untuk membayarkan porsi haji dalam periode 2 tahun,” jelasnya.

Melalui Griya Berkah Mandiri Syariah ingin memberikan layanan ultimate bagi nasabah dimana dengan mengambil pembiayaan  pemilikan rumah secara otomatis nasabah akan mendapat porsi haji. “Inshaa Allah ada dua kebutuhan nasabah yang akan terpenuhi yaitu rumah dan haji. Tentunya dengan syarat minimal dalam periode dua tahun performa pembayarannya harus baik,” tuturnya. [DWI]