RMco.id  Rakyat Merdeka - Pemindahan ibu kota negara (IKN) terus dimatangkan. Pembangunan infrastruktur dasar di Kalimantan Timur, akan rampung pada 2023. 

Hal itu dikatakan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa usai menggelar rapat kerja (raker) dengan Komisi XI DPR, soal pemindahan ibu kota negara (IKN), kemarin.

Suharso meyakini, pembangunan infrastruktur dasar di Kaltim, yang akan menjadi calon IKN bakal rampung 2023. 

Baca Juga : Gedung DPR Belum Ditutup, Bos Satpol PP: Kita Akan Cek

Hal ini didasarkan pada pembangunan di ibu kota baru yang akan dilaksanakan pada 2021. “Infrastruktur dasar, termasuk pusat pemerintahan bisa selesai di 2023. Mungkin pelantikan DPR di 2024 sudah bisa di IKN yang baru,” kata Suharso di Gedung DPR, Senayan, kemarin. 

Menteri dari PPP ini mengatakan, setelah Kaltim resmi jadi pusat pemerintahan, maka Jakarta hanya akan masuk sebagai daerah biasa. 

“Ke depan mungkin Jakarta tetap seperti ini cuma bukan Daerah Khusus Ibu kota lagi, tetapi mungkin Daerah Khusus Industri,” ujarnya. 

Baca Juga : Politisi Golkar Usul, Posisi Sekda DKI Diisi Orang Betawi

Sementara Kaltim, nantinya akan menjadi daerah istimewa. Sebagai ibu kota, pemerintahan juga akan dikelola langsung oleh pemerintah pusat, bukan pemerintah daerah. 

“Sudah kita diskusikan, tidak ada pemerintah daerah. IKN akan dikelola pemerintah pusat. Artinya, yang mengawasi adalah DPR langsung, tidak ada DPR Provinsi, tidak ada DPRD Kabupaten/Kota,” ujar Suharso. 

Dengan tidak adanya pemerintahan daerah dan DPRD, nantinya ibu kota baru akan dipimpin badan otoritas. Penunjukkan kepala badan otoritas akan dibahas bersama DPR. “Jadi cara menunjuk pimpinannya dikonsultasikan ke DPR,” kata dia. 

Baca Juga : Facebook Gelontorkan Bantuan Dana Dan Pelatihan UKM Rp 12,5 M

Dilanjutkan Suharso, IKN baru yang dibangun nantinya harus menjadi yang terbaik di dunia. Pasalnya, seluruh fasilitas yang akan dibangun di ibu kota baru akan menunjukkan kemajuan bangsa. 

“Kita yang pertama di dunia memindahkan ibu kota negara dari satu pulau ke pulau lain. Saya pikir mata dunia tertuju pada kita, seperti menonton final sepak bola dunia,” ungkap Suharso. [NOV]