Ekonom: Harga Gas Industri Turun, Industri Migas Bisa Alami Dampak Negatif

Ilustrasi gas industri. (Foto: Istimewa)
Klik untuk perbesar
Ilustrasi gas industri. (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Desakan adanya permintaan untuk menurunkan harga gas industri diprediksi bisa memengaruhi kinerja industri minyak dan gas (migas) dalam negeri, seperti PT PGN Tbk.

Hal itu dikatakan oleh ekonom Bank Permata Josua Pardede, di Jakarta, Selasa (4/1), "Salah satu dampak negatif dari kebijakan ini (penuruhan harga gas) adalah dampaknya terhadap PGN yang menjadi supplier dari gas ini."

Dia menjelaskan, adanya kebijakan ini akan mengakibatkan keuntungan anggota holding BUMN migas itu akan cenderung tergerus dan berdampak pada penilaian eksternal.

Berita Terkait : Penurunan Harga Gas Jangan Matikan Industri Mid Stream

"Namun, tergerusnya keuntungan perusahaan diperkirakan tidak akan berdampak pada kepercayaan investor pada perusahaan di Indonesia, mengingat model bisnis mereka yang cenderung berbeda dibanding perusahaan manufaktur swasta lainnya," jelas dia.

Penjelasan Josua, model bisnis berbeda yang dimaksud adalah dari sisi bagaimana harga dan kuantitas produk yang dijual cenderung bergantung pada kebijakan pemerintah.

"Berbeda dengan model bisnis pada industri manufaktur pada umumnya di mana harga dan kuantitas pada umumnya mengacu pada mekanisme pasar," jelas dia.

Berita Terkait : Harga Gas Turun, Kinerja Industri Manufaktur Makin Moncer

Di sisi lain, imbuh dia, apabila kelak harga dari sisi hulu cenderung turun, sedangkan harga hilir tetap, maka hal ini dapat menjadi kesempatan dari PGN untuk mendapatkan profit.

Josua menambahkan, rencana penurunan harga gas industri oleh pemerintah diharapkan oleh beberapa industri yang membutuhkan gas industri, seperti industri kaca dan keramik dapat menambah daya saing.

Daya saing itu diperlukan untuk menghadapi kompetitor dari sisi ekspor maupun kompetitor berbentuk impor dari luar negeri untuk penjualan domestik.

Berita Terkait : Harga Jual Gas Industri Dipangkas, Bisa Berdampak Ke Saham PGN

"Harga beli dari kedua gas dari kedua industri tersebut dinilai relatif mahal dibandingkan dengan harga di kawasan, yaitu sekitar USD 9,1 per MMBTU," ujar dia.

Komentar Josua, pengurangan harga gas diharapkan menjadi salah satu solusi dalam mendorong industri-industri spesifik yang memang membutuhkan gas industri sebagai salah satu bahan baku dalam industri manufaktur mereka.

"Memang opsi ini bukan menjadi satu-satunya opsi yang ditawarkan oleh pemerintah, meskipun memang cara ini dianggap merupakan cara yang paling cepat dalam memberikan dampak pada industri terkait," pungkasnya. [SRI]