K3S Untung Besar

Penurunan Harga Gas Jangan Sampai Rugikan PGN

Ilustrasi gas industri. (Foto: Istimewa)
Klik untuk perbesar
Ilustrasi gas industri. (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Mantan Wakil Ketua Komisi VI DPR Inas Nasrullah Zubir mempertanyakan apakah keputusan pemerintah untuk menurunkan harga gas industri di hilir sebuah langkah yang tepat.

Mantan anggota DPR RI periode 2004-2019 ini pun memberikan data soal harga gas regional hulu di mulut sumur (wellhead) “Data yang saya miliki, harga gas regional di wellhead misalnya untuk wilayah Jawa Barat sudah di kisaran 5,5- 6,99 dolar AS per Million British Thermal Units/MMBTU,” kata Inas di Jakarta, Senin (10/2).

Berita Terkait : Penurunan Harga Gas Jangan Matikan Industri Mid Stream

Dia, merinci harga gas regional lainnya adalah, Cirebon 6,7-6,96 dolar AS per MMBTU, Batam 5,63-6,37 dolar AS per MMBTU, Pekanbaru 7,95- 8,42 dolar AS per MMBTU, Dumai 6,54- 7,50 dolar AS per MMBTU, Medan 7,51- 8,78 dolar AS per MMBTU, dan Jawa Timur 7,32- 7,44 dolar AS per MMBTU.

“Dari data harga di atas sudah sangat terang benderang bahwa kontraktor kontrak kerja sama (K3S) yang mengeruk keuntungan paling besar.

Berita Terkait : Harga Jual Gas Industri Dipangkas, Bisa Berdampak Ke Saham PGN

Padahal, para K3S itu sudah menikmati cost recovery, yakni semua biaya operasional kontraktor diganti oleh negara,” ungkap dia.

Inas menjelaskan, oleh karena itu berdasarkan angka cost recovery, terkait realisasi lifting gas, sudah seharusnya pemerintah melalui SKK Migas bisa menghitung harga keekonomian gas di hulu untuk kemudian dinegosiasikan kembali dengan para K3S tersebut,

Baca Juga : Kongres Ulama Tolak Omnibus Law, Kiai Ma`ruf Turun Tangan

“Pemerintah sebaiknya bisa meminta K3S tersebut transparan dalam menghitung harga gas di wellhead. [SRI]