Paket 3 Patimban Diteken, Nilai Investasinya Rp 524 Miliar

Penandatanganan kontrak pakat 3 pembangunan Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat.
Klik untuk perbesar
Penandatanganan kontrak pakat 3 pembangunan Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat.

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Wika-PP Joint Operation menandatangani kontrak paket 3 pembangunan Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat tahap I, Kamis (13/2). 

Paket tersebut merupakan pembangunan jembatan penghubung yang ditargetkan mulai difungsikan sebelum soft opening Pelabuhan Patimban September 2020.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Agus H Purnomo mengungkapkan, jembatan penghubung yang akan dibangun sepanjang 1 kilometer ini menjadi akses utama yang menghubungkan kawasan terminal kendaraan dan peti kemas dengan kawasan backup area.

Berita Terkait : Menhub Temui Jemaah Umroh di Bandara Soetta, Semua Tertangani dengan Baik

“Kegiatan tender pekerjaan jembatan penghubung yang masuk dalam paket 3 ini dimulai 15 Mei 2019, di mana terdapat 3 penawar yang menyampaikan dokumen penawaran. Setelah dilakukan evaluasi maka pada 10 Desember 2019 ditetapkan pemenang tender oleh menteri perhubungan, yaitu Wika-PP Joint Operation," katanya.

Agus mengatakan, nilai kontrak paket 3 sebesar Rp 524 miliar yang akan dikerjakan selama kurang lebih 630 hari, dengan ruang lingkup kerja meliputi pembersihan lahan, pembongkaran, penggalian struktur, pengaspalan, struktur beton, pekerjaan pendukung, utilitas dan instalasi pipa air suplai.

Saat ini proses pembangunan paket I Pelabuhan Patimban, kata Agus, sudah mencapai 58 persen untuk pelabuhan di laut. Lalu, sea wall untuk back water sudah mencapai 26 persen.

Berita Terkait : Curah Hujan Tinggi, Kementan Minta Petani Terapkan Jurus Ini

Dengan proyek ini, kapasitas Pelabuhan Patimban tahap I diestimasi dapat menampung 3,5 juta TEUS, tahap II bertambah menjadi 5,5 juta TEUS dan tahap ketiga menjadi 7,5 juta TEUS. Pelabuhan Patimban ditargetkan beroperasi penuh pada 2027.

Pelabuhan Patimban merupakan salah satu proyek strategis nasional pelabuhan baru yang dibangun di Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat, yang dilaksanakan melalui pendanaan dari Official Development Assistance (ODA Loan) alias utang dari Pemerintah Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA).

Dengan adanya kontrak ini, total proyek untuk tahap pertama ini sudah menelan utang dari Jepang hampir Rp 10 triliun atau tepatnya Rp 9,6 triliun. Rinciannya, paket 1 senilai Rp 6,1 triliun, paket 2 sebesar Rp 1,8 triliun, paket 3 mencapai Rp 524 miliar, dan paket 4 sebesar Rp 1,2 triliun.

Berita Terkait : Efek EWS: Petani Bawang Panen Raya, Stok Terjaga

Sekretaris Jenderal Kemenhub Djoko Sasono mengatakan, rencana operasi tahap awal Pelabuhan Patimban, Jawa Barat, dipastikan akan molor. Jadwal soft launching yang semula akan dilaksanakan Juni 2020, harus tertunda hingga September 2020.

“Direncanakan pada September 2020 akan dilakukan soft opening Pelabuhan Patimban tahap pertama," katanya.

Menurutnya, ada sejumlah hambatan yang membuat proyek ini molor. Salah satunya mengenai pembebasan lahan di back up area atau area penunjang yang berdampak pada terganggunya proses konstruksi. [KPJ]