Bicara Energi, Ibu Kota Baru dan Jokowi

Luhut Makan Siang Dengan Anak Dan Menantu Trump

Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan
Klik untuk perbesar
Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan

RMco.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan melakukan pertemuan dengan Penasihat Senior Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Jared Kushner, di Gedung Putih usai menghadiri acara Indonesia-US Strategic Dialogue yang diselenggarakan USINDO.

Luhut datang bersama Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar dan diterima Kushner dan Adam Boehler, CEO US International Development Finance Corporation (IDFC). Dalam pertemuan itu dibahas rencana investasi IDFC yang tidak hanya membicarakan ibu kota baru, tapi juga infrastruktur dan energi. 

“Kushner kagum dengan kebersahajaan Presiden Jokowi yang merupakan seorang visioner. Jadi mungkin saja dalam pertemuan Presiden nanti, salah satu agendanya adalah pembicaraan Presiden Jokowi dan Trump tentang ibu kota baru. Setelah pertemuan, Kushner mengajak kami makan siang bersama istrinya, Ivanka,” kata Luhut dalam keterangan resmi, kemarin. 

Ivanka adalah putri pertama Donald Trump. Menurut Luhut, saat makan siang, Ivanka menyampaikan minat berinvestasi dan rencananya berkunjung ke Indonesia tahun ini. 

Selain dengan keluarga Trump, Luhut juga melakukan pertemuan bersama Gubernur Japan Bank for International Cooperation (JBIC) Tadashi Maeda dan Adam Boehler. 

Baca Juga : Airlangga Beri Kuliah Umum di Seskoal

Baik Maeda maupun Boehler tertarik berinvestasi di pembangunan ibu kota baru. Mereka mendapatkan perkembangan terakhir dari Luhut dan delegasi serta situasi ekonomi dan sosial politik Indonesia, termasuk di antaranya tentang virus corona, omnibus law dan lain-lain. 

Luhut menyampaikan, prinsip Indonesia dalam menerima investasi dari negara lain adalah terbuka bagi siapa saja yang tertarik menanamkan modalnya, tetapi Indonesia tetap menjaga kedaulatannya. 

Luhut juga menjelaskan bagaimana rencana skema pembiayaan pembangunan ibu kota baru serta di mana saja kemungkinan pihak luar bisa menanamkan investasinya. 

Dia menyampaikan keinginan konglomerat asal Australia Andrew Forrest bergabung dalam investasi pembangunan ibu kota baru. 

Untuk diketahui, JBIC adalah bank milik pemerintah Jepang yang bertugas menyediakan sumber daya untuk investasi asing dan mengembangkan perdagangan internasional. Bank ini juga mempunyai peran penting mempromosikan ekspor dan impor Jepang. 

Baca Juga : Sejumlah Wilayah Di Indonesia Rentan Rawan Pangan

Sementara, IDFC adalah badan independen milik Pemerintah AS yang menyediakan pembiayaan proyek pengembangan swasta yang akan banyak berinvestasi di negara-negara berkembang. 

IDFC memiliki anggaran 60 miliar dolar AS yang akan difokuskan untuk investasi di negara-negara berkembang. 

Selan itu, Luhut bersama IDFC juga mengadakan pertemuan dengan CEO dari perusahaanperusahaan Amerika Serikat di Kedutaan Besar Indonesia di Washington. 

“Khusus untuk di Indonesia, mereka (IDFC) ingin masuk di hydropower bersama Jepang. ¬Tadi CEO JBIC Tadashi Maeda ikut hadir bersama kami. Saya lihat setelah kita negosiasikan selama beberapa bulan ini, semua sepakat melakukannya,” ungkapnya. 

Dalam pertemuan tersebut, dia memberikan update tentang situasi terakhir di Indonesia. Luhut mendapat beberapa pertanyaan tentang pembangunan ibu kota baru, tentang skema pembiayaannya dan beberapa isu lain seperti bagaimana Indonesia menanggulangi sampah plastik. 

Baca Juga : Di Rapat Paripurna Istimewa DPRD, Walkot Tangerang Paparkan Capaian dan Evaluasi Kerja

Dilansir VOA Indonesia, Senior Vice President di Albright Stonebridge Group ASG, Meredith Miller mengatakan, investasi yang ditawarkan merupakan perkembangan yang sangat signifikan, tidak saja bagi Indonesia tapi juga AS. 

“Ini pencapaian yang luar biasa karena ada suatu cara baru untuk menanamkan investasi pada berbagai proyek di Indonesia. Hal ini juga dicapai pada saat yang tepat, di tengah upaya merampingkan pola investasi sehingga memudahkan masuknya investor asing. Saya rasa ini pencapaian signifikan di saat yang tepat,” ujarnya. [KPJ]