Puskepi: Tiket Pesawat Mahal Bukan Karena Avtur

Direktur Eksekutif Puskepi, Sofyano Zakaria. (Foto: Ist)
Klik untuk perbesar
Direktur Eksekutif Puskepi, Sofyano Zakaria. (Foto: Ist)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pengamat Kebijakan Energi, Sofyano Zakaria menyayangkan, sikap maskapai yang selalu mengkambinghitamkan harga avtur Pertamina sebagai penyebab mahalnya harga tiket penerbangan dalam negeri. Padahal, harga avtur yang dijual sudah lebih murah dibandingkan Singapura dan negara ASEAN lainnya.

“Penyuaraan harga avtur Pertamina yang dibilang lebih mahal itu sepertinya ada maksud terselubung yang bisa saja untuk tujuan mengkerdilkan bisnis avtur Pertamina,” ujar Direktur Eksekutif Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) itu di Jakarta, Jumat (21/2).

Baca Juga : Deputi Pencegahan dan Plt Juru Bicara KPK Diadukan ke Dewas

Dia mengambil contoh harga avtur Singapura pada Januari 2020 yang mencapai Rp 10.692,39 per liter sedangkan di Soekarno Hatta hanya Rp 9.088,72. “Pada Februari ini, harga avtur di Singapura Rp 10.452,65 sedangkan di Cengkareng hanya Rp 8.680,61. Nah kok Harga avtur Pertamina selalu dibilang mahal dari Singapura. ini aneh,” ujar Sofyano.

Terkait bedanya harga jual avtur Pertamina di Cengkareng Jakarta dengan beberapa daerah, menurutnya itu hal yang wajar. Karena ini terkait dengan besarnya volume penjualan dan ongkos angkut. “Dan seharusnya ini dipahami oleh pihak airlines,” jelas Sofyano.

Baca Juga : Komisi VII DPR Akan Cari Jalan Keluar Masalah Larangan Ekspor Nikel

Sayangnya, kata dia, hal ini terkesan selalu dijadikan bahan untuk disuarakan yang bisa bertujuan membuat publik memaklumi kalau tiket penerbangan pantas mahal.

“Yang pasti, bisnis avtur Pertamina tentu akan terus diincar oleh pihak swasta lain, dan ini wajar-wajar saja. Asal jangan sampai nanti yang diincar hanya pada bandara-bandara besar dan “basah” saja,” pungkasnya. [DIT]