RMco.id  Rakyat Merdeka - Pertamina membuka peluang kerja sama kemitraan bisnis Pertashop kepada Pemerintahan Desa, Koperasi, serta pelaku usaha di seluruh Indonesia.

Pertamina menargetkan, dari 7.196 kecamatan di Indonesia, sebanyak 3827 kecamatan yang belum memiliki lembaga penyalur akan dibangun satu outlet Pertashop.  

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman menyatakan, Pertashop merupakan lembaga penyalur Pertamina dengan skala kecil untuk melayani kebutuhan BBM, LPG dan juga pelumas yang tidak atau belum terlayani oleh lembaga penyalur Pertamina lain. 

Hal ini menjadi peluang usaha bagi mitra Pertamina di perdesaan. “Ini sejalan dengan program Ovoo yakni One Village One Outlet yang dijalankan Pertamina untuk mendistribusikan energi hingga ke perdesaan,” terang Fajriyah. 
 
Menurut Fajriyah, Pertashop memiliki tiga kategori. Yakni, Gold, Platinum dan Diamond. Pertashop jenis Gold berkapasitas penyaluran 400 liter per hari dengan luasan lahan yang dibutuhkan sekitar 144 meter persegi. 

Berita Terkait : Gandeng BSM, Mandiri Utama Finance Perluas Pembiayaan Kendaraan Syariah

Lokasi dari desa ke SPBU, lebih dari 10 Km, atau sesuai dengan hasil evaluasi. Adapaun jenis Platinum, berkapasitas penyaluran 1.000 liter per hari, memiliki tangki penyimpanan 10 KL, luas lahan 200 meter persegi dan lokasinya di kecamatan yang belum terdapat SPBU. 

Sementara jenis Platinum berkapasitas penyaluran 3.000 liter perhari, memiliki tangki timbun 10 KL, luas lahan 500 meter persegi dan berlokasi di Kecamatan yang belum terdapat SPBU.

“Pertamina mengembangkan dua skema kerja sama, yakni skema investasi dengan mitra, atau desa atau skema investasi Pertamina,” imbuhnya.

Pada skema investasi dengan mitra, lanjut Fajriyah, seluruh investasi, baik modal sarana dan infrastruktur maupun modal kerja disiapkan oleh mitra atau desa sehingga keuntungan pun menjadi hak mitra desa sepenuhnya.

Berita Terkait : Implementasikan 71 Persen TKDN Pertashop, Pertamina Gandeng 9 Perusahaan Nasional

Fajriyah menambahkan, bagi yang berminat kerja sama bisnis Pertashop bisa menyiapkan lahan, atau lokasi yang sesuai dilengkapi dokumen badan usaha atau badan hukum. 

Setelah itu, akan dilakukan survei lapangan untuk melihat kelayakan dari omset dan jarak dengan SPBU atau lembaga penyalur Pertamina yang telah dibangun sebelumnya. 

Pengurusan administrasi perizinaan ke Pemda selanjutnya mengajukan desain dan pembangunan dan tahap akhir adalah kontrak kerja sama dengan Pertamina antara 10 – 20 tahun.

Untuk menyukseskan program ini, Pertamina telah menandatangani kerja sama dengan Kemendagri untuk kemudahan perizinan usaha dan pada tahap awal pilot project di beberapa desa yang ditunjuk dan selanjutnya akan dikembangkan di daerah lain yang membutuhkan.  

Baca Juga : Puluhan Warga Swiss Belajar Bahasa Indonesia Virtual

“Kerjasama bisnis Pertashop menawarkan proses yang mudah dan sederhana, sehingga target tersedianya outlet di seluruh wilayah Indonesia dapat terwujud secepatnya,” pungkas Fajriyah.[KPJ]