Industri Converting Ampelas Serap Banyak Tenaga Kerja

Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kemenperin, Muhammad Khayam. (Foto: ist)
Klik untuk perbesar
Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kemenperin, Muhammad Khayam. (Foto: ist)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong pengembangan industri industri konverting ampelas. Selain memiliki ketersediaan bahan baku yang tersebar di wilayah Indonesia dan mampu menyerap banyak tenaga kerja.

“Industri converting ampelas merupakan industri padat karya yang menciptakan peluang lapangan pekerjaan yang besar, dengan kebutuhan bahan baku yang dapat menyesuaikan standar kualitas dari pengguna akhir,” kata Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kemenperin, Muhammad Khayam di Jakarta, Kamis (27/2).

Menurut dia, seiring dengan pertumbuhan pasar dalam negeri yang terus meningkat, industri converting ampelas nasional dinilai cukup prospektif, mengingat kebutuhan ampelas nasional mencapai angka Rp 655 miliar. “Realisasi produksi converting ampelas AIKASINDO (Asosiasi Industri Konverting dan Abrasives Indonesia) pada tahun 2019 mencapai Rp 784 miliar atau setara dengan 6,7 juta meter persegi,” tuturnya.

Berita Terkait : Curah Hujan Tinggi, Kementan Minta Petani Terapkan Jurus Ini

Industri converting ampelas yang dinaungi oleh AIKASINDO merupakan industri hilir ampelas yang memproses lebih lanjut ampelas jumbo roll menjadi bentuk dan ukuran baru sesuai kebutuhan penggunanya, yang merupakan industri berskala kecil dan menengah, hingga besar.

Hasil produk dari industri tersebut digunakan oleh industri furnitur dan komponen, indutri panel kayu, industri woodworking, industri otomotif, industri karoseri, industri perkapalan, industri perkeretaapian, industri persenjataan, industri instrumen musik, serta Industri Kecil Menengah (IKM) pertukangan atau perajin produk kayu.

“Di masa mendatang, AIKASINDO harus mampu berkontribusi dalam mengembangkan industri converting ampelas di Indonesia dengan melakukan inovasi teknologi, peningkatan investasi, dan diversifikasi jenis-jenis converting ampelas yang belum diproduksi di dalam negeri,” sebut Khayam. 

Berita Terkait : Pelaku Industri Optimis, Kasus Jiwasraya Tak Pengaruhi Kinerja Industri Asuransi

Saat ini AIKASINDO beranggotakan 17 perusahaan industri converting ampelas yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Lebih lanjut, Khayam menegaskan, dalam era persaingan global, industri converting ampelas nasional harus mampu menghadapi tantangan tingginya tuntutan kualitas dan kuantitas dari pasar. Tentunya sekaligus bisa menahan serbuan barang-barang sejenis yang diimpor. 

Karena itu, pemerintah terus mendorong agar industri ini memperbaiki sistem produksinya agar bisa memenuhi keinginan pasar. “Kami berharap agar peningkatan pasar dalam negeri dapat diisi oleh industri nasional, pemerintah terus mendorong agar industri convertingampelas dalam negeri mampu bersaing dengan produk impor,” jelasnya.

Menurut Khayam, Kemenperin terus melakukan upaya agar produsen converting ampelas terus melakukan efisiensi proses produksi, dengan menerapkan praktik terbaik dan teknologi terbaik diantaranya dengan melakukan peremajaan mesin dan peralatan, optimalisasi pemanfaatan penggunaan teknologi terbaru, dan teknik produksi yang mampu memproduksi converting ampelas sesuai tren pasar luar negeri dan domestik.

Berita Terkait : Ekspor Elektronik Tembus Rp 106 Triliun

“Industri converting ampelas juga diharapkan dapat memanfaatkan kebijakan Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN) yang memberikan kemudahan atau privilege kepada industri nasional. Dalam hal ini, pemerintah turut membantu dengan memfasilitasi sertifikasi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN),” tegasnya. [DIT]