Sri Mulyani Percepat Penyaluran Dana Desa

Sri Mulyani
Klik untuk perbesar
Sri Mulyani

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah mempercepat penyaluran dana desa kepada penerima manfaat. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, percepatan penyaluran ini dikarenakan dirinya sering mendengar banyak desa yang telah selesai programnya, tapi harus menunggu desa lain untuk pencairan dananya. 

“Saat ini, setiap desa tidak perlu menunggu desa lainnya. Kalau kinerja mereka cepat dan bagus, Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes)-nya selesai maka kita juga akan langsung bisa menyalurkan tanpa menunggu desa-desa yang masih belum selesai,” kata Sri Mulyani. 

Dia mengatakan, kebijakan percepatan ini sekaligus memacu desa lainnya yang belum merampungkan programnya, agar terpacu untuk bisa mengejar desa yang lebih dulu selesai. 

Baca Juga : Luhut Geram Pembangunan Smelter Di Sorong Lambat

“Prinsipnya, bukannya yang bagus menunggu yang tertinggal, tapi yang tertinggal harus mengejar,” sambung wanita yang akrab disapa Ani itu. 

Menurutnya, untuk alokasi tahun ini pemerintah memajukan pencarian menjadi tiga kali. Di mana, 40 persen langsung transfer di depan. “Jadi sekarang tiga kali transfernya, 40 persen di depan, 40 persen saat sudah berjalan dan 20 sisanya di akhir pengerjaan program,” ujarnya. 

Dirinya mengatakan, Dana Desa memiliki tujuan yang mulia. Pihak yang terlibat di dalamnya mengemban amanah yang tidak ringan. 

Baca Juga : Soal Upah Buruh, Ini Penjelasan Aice

“Mari jadikan efisiensi, efektivitas, produktivitas, transparansi dan akuntabilitas sebagai landasan kita dalam mengelola Dana Desa untuk kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. 

Dia juga menyinggung pentingnya penggunaan dana desa. Karena itu, pemerintah meminta kepala desa memanfaatkan sebaik mungkin dana tersebut, jangan sampai dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi kepala desa dan aparat desa setempat. 

“Tolong segera dibelanjakan. Tetapi jangan belanja untuk beli mobil atau untuk bangun rumah kepala desa. Itu salah, dana desa itu untuk bangun jalan, bangun jembatan atau untuk air bersih,” ujarnya. 

Baca Juga : Airlangga Beri Kuliah Umum di Seskoal

Dia menegaskan, dana desa ini adalah dana rakyat yang bukan untuk kepala desa dan aparat desa. “Saya harus pastikan dana ini digunakan untuk menurunkan angka kemiskinan, bangun infrastruktur, dan membantu ekonomi desa,” tegas Ani. 

Seperti diketahui, mulai tahun 2020, Dana Desa akan diterima langsung oleh Desa karena penyaluran Dana Desa dari rekening pusat ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) dan dari RKUD ke Rekening Kas Desa dilakukan bersamaan dan semua transaksi penyaluran dilakukan oleh Kantor Perbendaharaan/ KPPN setempat setiap minggunya dengan persyaratan yang lebih sederhana.Melalui mekanisme ini, Dana Desa akan lebih cepat diterima desa dan tanpa menunggu semua desa siap salur. [NOV]