RMco.id  Rakyat Merdeka - Bisnis kuliner saat ini sungguh renyah. Itulah yang dilakoni Ivan Fadila yang membuka Nasi Kapau Kedai Pak Ciman.          

Ivan membuka kedai pertama di Bintaro Avenue, Tangerang Selatan, Banten pada 2017. Karena menyajikan khas nasi Kapau namun dimodifikasi dengan lebih modern, kedainya mendapat ruang di hati konsumen.        

Di Senin-Jumat, sekitar 500-1.000 piring terjual. Pada Sabtu-Minggu, tembus 2.000 piring. Harga satu porsinya dengan satu lauk dan minum mulai dari Rp 25.000        

Di Kedai Pak Ciman, deretan menu masakannya disusun dengan wadah tanah liat hingga wadah stainless steel. Ada ikan bakar, telur balado, ayam bakar, perkedel, gulai jengkol, gulai kepala ikan, gulai tunjang, hingga tambusu. Untuk memilih menu, pembeli bisa menunjuk dan nanti diambil pelayan dengan centong berlengan panjang.        

Baca Juga : Tinggal Kenangan, Komedian Omas Meninggal Dunia

Ivan mengaku, kini sudah membuka empat kedai. Selain Bintaro, yakni di Bandara Sukarno-Hatta, Daan Mogot, dan Pantai Indah Kapuk yang baru saja buka Jumat (29/2).        

Menurutnya, restonya laris karena rasa yang masuk ke semua kalangan juga karena harga yang terjangkau. Juga karena tempat yang nyaman. Di Pantai Indah Kapuk, misalnya. Resto didisain bergaya industrial yang lagi gandrung saat ini.        

"Harga kami terjangkau, plus, rasa dan tempat yang berkelas. Makanya, setiap kami buka kedai baru jumlah kursi selalu kami tambah. Di PIK bisa menampung 100 tamu dalam satu waktu," ujarnya, Jumat (29/2).        

Ivan mengatakan, menu khas yang dicari pembeli ialah telur dadar. Menu ini dibuat dari campuran 1 butir telur ayam dan 1 butir telur bebek. Selain rasanya yang enak, yakni pembuatannya. Dapur untuk membuat telur ini sengaja dibuka sehingga pembeli bisa melihat langsung.         

Baca Juga : Turun 0,25 Persen, Rupiah Dibuka Loyo Nih

"Dulu cara masak telur dadar kami viral makanya menu ini paling dicari. Saking viralnya, sekarang jadi banyak ditiru. Makanya, kami terus menciptakan menu yang unik," katanya.        

Ivan juga merekomendasikan untuk pesan Gulai Tembusu. Gulai tambusunya berukuran besar. Kuahnya berwarna oranye kekuningan dengan jejak minyak terlihat di permukaannya. Tambusu berupa usus sapi yang dalamnya diisi dengan campuran tahu dan telur.        

Tambusunya empuk dan kenyal. Isian tekstur didalamnya justru lembut. Rasa ususnya tak terlalu dominan, kami justru merasakan rasa tahu yang lembut dengan gurihnya campuran telur.        

Tambusunya enak disantap dengan nasi hangat dan sayur nangka. Untuk menambah rasa pedas, kami memesan sambal pete. Gerusan cabai merah yang kasar enak diaduk pete muda yang renyah enak.        

Baca Juga : Ingin Jadi Bankir Syariah, Ini Resepnya...

“Tips buat yang mau makan biar tambah enak. Semua lauk dan sambalnya aduk jadi satu. Perpaduan rasa gurih dan pedas bikin tambah terus," sarannya. [MRA]