SaladStop! Ajak Masyarakat Cermat Demi Pelestarian Lingkungan

Pembukaan gerai SaladStop! di Indonesia, di pusat perbelanjaan PIK Avenue, Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, Kamis (27/2). (Foto: Istimewa)
Klik untuk perbesar
Pembukaan gerai SaladStop! di Indonesia, di pusat perbelanjaan PIK Avenue, Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, Kamis (27/2). (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - SaladStop! membuka gerai ke-14 di Indonesia, di pusat perbelanjaan PIK Avenue, Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, Kamis (27/2). Di lokasi ini, penggemar menu salad segar dapat bersantai menikmati salad dengan nuansa interior yang cerah dan asri.             

Acara pembukaan diisi dengan diskusi. Katherine Desbaillet-Braha, Co-Owner dan Director, SaladStop!, memaparkan pentingnya praktik usaha yang bertanggung jawab serta memberikan nilai lebih bagi lingkungan sekitar.         

“Sejak pertama kali kami memulai bisnis ini, kami telah mengembangkan usaha dengan mengintegrasikan aspek sustainability ke dalam strategi jangka panjang dengan berusaha berkontribusi secara positif dalam menjawab tantangan global paling mendesak, seperti produksi limbah dan keamanan pangan. Kami berkomitmen untuk melestarikan sumber daya alam bumi dengan menggunakan energi dan sumber air secara hemat dan efisien,” ucapnya seperti keterangan, Minggu (1/3).              

Baca Juga : Freeport Rogoh Rp 1,4 Triliun Bayar Tunggakan Pajak Air

Langkah ini diapresiasi WWF-Indonesia. Public Campaign Specialist WWF-Indonesia, Margareth Meutia, menjelaskan, pihaknya sangat mengapresiasi upaya SaladStop! dalam menjalankan praktik usaha yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.         

Hingga 2019, WWF-Indonesia menjalankan berbagai kampanye serupa yaitu, ‘Beli yang Baik’ untuk mendorong perubahan gaya konsumsi menjadi lebih bertanggung jawab dan menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan. Kemudian, ‘Pangan Bijak Nusantara’ yang mempromosikan ketahanan pangan lokal. Lalu, program edukasi pendidikan pembangunan yang berkelanjutan untuk kaum muda, pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan ekowisata yang berkelanjutan untuk masyarakat adat, serta produksi perikanan dan rotan yang bertanggung jawab.            

“Sedangkan pada tahun 2020, kami terus menjalankan serangkaian kampanye dan program pemberdayaan terkait produksi dan konsumsi yang berkelanjutan. Kami pun dengan senang hati menjalin kerja sama dengan semua pihak guna mengarusutamakan dan mengawal pentingnya isu ini,” ucap Margareth.        

Baca Juga : Smelter Freeport Gresik Akan Dibangun 2023

Walaupun saat ini belum menjadi mitra kerja, WWF-Indonesia tetap mendukung penuh praktik usaha yang dijalankan oleh SaladStop!. Pihakbya optimis dapat bersinergi di kemudian hari.          

Rendy Lukita, Marketing Manager, SaladStop! Indonesia, mengungkapkan beberapa rencana strategis ekspansi perusahaan pada tahun ini. “Saat ini kami sedang fokus untuk terus meningkatkan pelayanan konsumen terbaik di semua gerai yang tengah beroperasi. Tetapi, kami juga punya banyak menu musiman dan kolaborasi kreatif apik bersama brand lain yang akan mewarnai tahun 2020. Tidak hanya itu, kami tengah mempersiapkan pembukaan gerai perdana kami di Bali,” terangnya.            

Salah satu target utama SaladStop! di tahun ini adalah melakukan ekspansi di dalam dan luar ibu kota. Pihaknya menargetkan untuk menggandakan jangkauan gerai SaladStop! di Indonesia pada akhir 2020.         

Baca Juga : Kapan Virus Corona Wafat? Wallahualam

"Selain dari gerai perdana di Bali, SaladStop! juga akan menghadirkan sebuah konsep baru yang lebih lengkap dari segi produk dan servis, lebih luas dan lebih nyaman, namun tetap dengan komitmen SaladStop! menyajikan produk makanan yang lezat, sehat, bernutrisi dan bertanggung jawab,” ungkap Rendy.            

Di akhir acara, Katherine menyimpulkan, hubungan komunitas merupakan kunci utama untuk mewujudkan ambisi sustainability SaladStop!. Upaya SaladStop! untuk meningkatkan keberlanjutan didasarkan pada komitmen untuk memikul tanggung jawab dalam menginspirasi revolusi konsumen sehingga tercipta solusi untuk menjadikan bumi sebagai tempat layak dan adil bagi manusia.         

"Kami mengerti bahwa masih banyak yang harus dikerjakan, seperti pelestarian lingkungan dan praktik usaha yang bijak dan bernilai lebih. Tetapi kami terus berkomitmen untuk membawa dampak positif dan inspiratif bagi individu, masyarakat, serta lingkungan,” ucapnya. [USU]