Juaranya Masih Singapura

China Menyalip Posisi Jepang Jadi Investor Terbesar Ke 2

Juaranya Masih Singapura China Menyalip Posisi Jepang Jadi Investor Terbesar Ke 2
Klik untuk perbesar

RMco.id  Rakyat Merdeka - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat, realisasi investasi China ke Indonesia mencapai 4,7 miliar dolar AS, atau senilai Rp 65,8 triliun sampai akhir 2019. 

Dengan akumulasi tersebut, investasi China bertengger di posisi kedua terbesar setelah Singapura.

Anggota Komite Investasi Bidang Komunikasi dan Informasi BKPM Rizal Calvary Marimbo mengatakan, peringkat Jepang turun karena banyak negara lain yang mengincar uang investor negeri Matahari Terbit ini. 

“Persaingan antar negara dalam merebut investasi Jepang berjalan sangat ketat,” kata Rizal di Jakarta, kemarin. 

Berita Terkait : Bos BKPM Was-was Virus Corona Ganggu Target Investasi 2020

Diterangkannya, banyak negara membuka karpet merah bagi investor, termasuk Jepang. Mereka umumnya melakukan perbaikan regulasi dan mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang menarik investor. 

“Mereka memperbaiki diri secepat mungkin. Dulu kita masih ranking teratas sebagai negara tujuan investasi Jepang. Sekarang tidak lagi. Kita mungkin sudah digeser Vietnam dan Thailand,” ungkap Rizal. 

Di sisi lain, investor yang masuk ke Indonesia juga bersaing kuat. Salah satu negara yang bakal menjadi pesaing kuat Jepang adalah China. 

“Fenomena China ini saya kira akan menjadi catatan teman teman di Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) BKPM Tokyo. Bahwa Jepang mendapatkan lawan yang tangguh ke depan,” ucap Rizal. 

Berita Terkait : Siapa Gubernur Di Kalimantan Yang Berani Hambat Investasi

Sebagaimana diketahui, untuk pertama kalinya, China merebut posisi sebagai negara kedua terbesar yang berinvestasi di Indonesia, menyalip Jepang yang saat ini menempati posisi ketiga pada akhir 2019. 

China tercatat menanamkan investasi di Indonesia dengan nilai 4,7 miliar dolar AS pada 2019. Sedangkan Jepang tercatat menanamkan investasi dengan nilai 4,3 miliar dolar AS. 

Sementara, untuk peringkat pertama tetap ditempati Singapura dengan nilai investasi sebesar 6,5 miliar dolar AS. 

BKPM mencatat, realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) di Indonesia sepanjang 2019 mencapai Rp 423,1 triliun. Angka tersebut, berkontribusi 52,3 persen dari total nilai investasi pada 2019 yang mencapai Rp 809,6 triliun. 

Berita Terkait : Cukup Telepon Kami Jemput

Rizal mengatakan, kebijakan Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia sangat inklusif terhadap negara yang berinvestasi di Indonesia. Tak ada perlakuan secara eksklusif kepada negara manapun. 

“BKPM sangat inklusif. Tidak ada prioritas kepada investasi manapun. Siapa cepat dia dapat. Mungkin China lebih agresif dan lebih risk taker,” katanya. 

Menurutnya, saat ini BKPM tengah memperkuat layanan terintegrasi Online Single Submission (OSS), guna menjalankan mandat Instruksi Presiden (Inpres) No.7 Tahun 2019 tentang Percepatan Kemudahan Berusaha. Pada dasarnya, Inpres ini mewajibkan sentralisasi dan pelimpahan wewenang perizinan terkait investasi di BKPM. 

“Ada 22 kementerian/lembaga melimpahkan perizinannya ke BKPM. Kita harapkan sentralisasi ini akan mempermudah investor untuk mengurus berizinan. Jadi, BKPM yang memulai, BKPM juga yang akan mengakhiri,” ujar Rizal. [NOV]