Tangkal Isu Negatif

Pelajar Dibekali Informasi Seputar Manfaat Sawit

Tangkal Isu Negatif Pelajar Dibekali Informasi Seputar Manfaat Sawit
Klik untuk perbesar

RMco.id  Rakyat Merdeka - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit bersama portal berita Warta Ekonomi mengenalkan sawit kepada pelajar serta milenial melalui forum diskusi.

Informasi seputar sawit ini dianggap penting bagi masyarakat umum termasuk bagi kalangan pelajar. Hal itu untuk memberikan edukasi kepada pelajar agar kedepan mereka tidak mudah terhasut kampanye negatif sawit.

Kepala Divisi Perusahaan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) Achmad Maulizal Sutawijaya mengatakan, informasi sawit nasional secara umum bisa memberikan pemahaman bahwa sawit banyak memberikan manfaat.

"Banyak yang menilai sawit dianggap berbaya bagi lingkungan, kekeringan, sawit berbahaya bagi ekosistem orang utan dan bahaya bagi kesehatan. Padahal enggak," papar dia pada acara Palm Oil Edu Talk to School di MAN Insan Cendekia Tanggerang Selatan, kemarin.

Baca Juga : Jakarta Diminta Nyontek Singapura dan Tokyo

Menurutnya, manfaat sawit bisa membantu perekonomian karena ekspor sawit menghasilkan devisa ke Indonesia yang cukup besar. Sekitar 35 juta ton sawit diekspor setara 19 miliar dolar AS atau devisa Rp 320 triliun.

Dalam paparannya kepada sejumlah siswa dikatakan juga bahwa, sawit bisa dijadikan substitusi energi terutama ke solar atau disebut biodiesel. Yang kini sudah diarahkan ke B30 persen.

"Program peremajaan sawit berupa insentif, hilirisasi sawit jadi B30," katanya.

Ketua bidang Komunikasi Gapki (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia) Tofan Mahdi menyatakan perlunya upaya mengampanyekan sawit melalui pendidikan di sekolah-sekolah.

Baca Juga : Semoga Virus Corona Nggak Nyebar Via Transportasi Publik

"Seperti di Malaysia, sawit itu sudah menjadi kurikulum. Sudah waktunya, anak muda atau generasi milenial Indonesia diberikan pencerahan soal sawit. Jangan biarkan berita atau informasi hoaks menguasai mereka," ujarnya.

Bahkan pelajar juga diberikan informasi yang berisi niilai sumbangan ekspor minyak kelapa sawit mencapai Rp 260,167 triliun.

Sementara tenaga kerja yang terserap di indutri sawit sekitar 4,6 juta orang yang dipekerjakan oleh 2,3 juta usaha tani di bidang kelapa sawit.

Dia bilang bagi masyarakat Indonesia, kemanfaatan dari produk-produk sawit dan turunannya sudah menjadi keseharian. Seperti produk kecantikan dan kosmetik, makanan dan bahan makanan berkualitas, serta energi terbarukan.

Baca Juga : 1 Juta Orang Bakal Ditest Virus Corona di Amerika Serikat

"Contoh produk makanan dari sawit berupa minyak goreng, margarin, mentega, hingga mi instan. Untuk produk kecantikan dan kosmetik berupa lipstik, sampo, hingga sabun. Adapun energi terbarukan yang dihasilkan dari sawit berupa biodiesel," paparnya.

Dalam keterangannya CEO dan Pemred wartaekonomi.co.id Muhamad Ihsan juga menambahkan, inovatifnya pengolahan sawit dalam mencetak produk-produk turunannya, mampu membuka bisnis, pasar baru, dan peluang kerja makin terbuka lebar.

Ratusan peserta terdiri dari siswa-siswi dan guru dari sejumlah sekolah menengah atas (SMA) di Tangerang Selatan dan Tangerang juga meramaikan acara talkshow dan kegiatan menarik lainnya, seperti fun games dan lomba foto Instagram. [JAR]