RMco.id  Rakyat Merdeka - PT Angkasa Pura I meningkatkan pengawasan virus Corona/Covid-19 di 15 wilayah bandara yang dikelola. Langkah ini ditempuh pasca dua Warga Negara Indonesia tertular pada Senin (2/3/2020). Fasilitas bandara juga dibikin wajib steril virus.

Direktur Utama PT Angkasa Pura I, Faik Fahmi memaparkan, peningkatan pengawasan ini dilakukan sesuai instruksi Direksi terhitung mulai Selasa 3 Maret 2020.

"Diharapkan satu hingga dua hari ke depan dapat diimplementasikan secara penuh dan menyeluruh di 15 bandara Angkasa Pura I," tutur Faik dalam siaran persnya, Rabu (4/3).

Ada berbagai upaya peningkatan pencegahan penyebaran virus tersebut di area fasilitas publik.

Yang pertama, aktif untuk menginstruksilan kepada petugas pemeliharaan atau facility care untuk melakulan pembersihan berulang secara menyeluruh terhadap fasilitas, peralatan atau perangkat yang digunakan bersama-sama.

Berita Terkait : Trafik Pesawat Di Bandara Angkasa Pura I Tumbuh Tipis

"Itu seperti toilet, seluruh bangku di terminal, kids zone, reading corner, nursery room, internet corner, handgrip eskalator, tombol lift, tombol di kiosk check in trolley, dan lainnya," sebutnya.

Kedua, melakukan sterilisasi dan atau disinfektan terhadap seluruh fasilitas/peralatan/ perangkat khususnya pada area yang sering disentuh, setelah operasional bandara selesai.

"Minimal melapisi permukaan benda/ perangkat dengan cairan disinfektan," ucapnya.

Ketiga, menyediakan hand sanitizer yang ramah lingkungan dan tidak menimbulkan alergi, yang mengandung 60 persen alkohol dan triclosan yang dapat membunuh kuman 99,9 persen.

Lalu ada touch free sensor otomatis (automatic dispenser) di konter check-in, ruang tunggu, nursery room, musholla, atau di lokasi-lokasi yang mengharuskan penggunaan fasilitas bersama-sama. Keempat menginstruksikan pengangkutan sampah dari tempat sampah ke pembuangan dengan penutup.

Berita Terkait : Angkasa Pura l Izin Buka Jalur Khusus Turis Korea

Sedangkan berbagai upaya peningkatan pencegahan penyebaran virus tersebut di fasilitas tenant juga dilakukan dengan menyediakan hand sanitizer di area gerai serta meningkatkan standar kebersihan di area gerai, kantor, dan gudang.

"Kami juga dorong agar seluruh pegawainya menjaga kebersihan diri. perlu ada monitoring kesehatan pegawai secara rutin," katanya.

Pihaknya juga melakukan pemasangan poster upaya kebersihan di gerai (wastafel).

Untuk pencegahan bagi seluruh karyawan di lingkungan AP I dilakukan dengan memberikan masker kepada seluruh petugas operasional bandara dengan penerbangan dari dan ke China.

Khususnya di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, sebagai langkah antisipasi dan pencegahan sejak awal virus ini merebak.

Berita Terkait : Angkasa Pura I Raih Penghargaan RRI iConomics BUMN Brand Award 2020

Pihaknya juga mewajibkan penggunaan alat pelindung diri (APD) mulai dari kacamata pelindung (goggles), masker N95, sarung tangan, serta cairan pembersih tangan atau hand sanitizer.

Hal tersebut merupakan implementasi dari keputusan rapat Komite FALNAS (Komite Nasional Fasilitasi Udara) yang dilaksanakan pada hari Rabu, 29 Januari, di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta.

Jumlah APD yang disediakan disesuaikan dengan kebutuhan jumlah personel. Untuk masker N95 dan sarung tangan, disediakan masing-masing sebanyak 3.000 buah untuk masker dan 2.000 pasang untuk sarung tangan.

Tentunya APD yang disediakan telah memenuhi standar medis yang dipersyaratkan. Penggunaan APD ini mulai diterapkan sejak 4 Februari hingga waktu yang belum ditentukan.

"Berbagai upaya yang kami lakukan ini diharapkan dapat membantu upaya pemerintah dalam mencegah penularan Covid-19 melalui bandara yang kami kelola," tukas Faik. [JAR]