Rilis Produk DNA Journal Sleep And Stress

Generali Indonesia Incar 1.000 Nasabah Per Tahun

CEO Generali Indonesia Edy Tuhirman (tengah) usai meluncurkan produk DNA Journal di Jakarta, Rabu (4/3). (Foto: DWI/Rakyat Merdeka)
Klik untuk perbesar
CEO Generali Indonesia Edy Tuhirman (tengah) usai meluncurkan produk DNA Journal di Jakarta, Rabu (4/3). (Foto: DWI/Rakyat Merdeka)

RMco.id  Rakyat Merdeka - PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia (Generali Indonesia) merilis produk asuransi dengan fokus meningkatkan gaya hidup sehat kepada nasabah, berdasarkan DNA pemilik polis melalui produk DNA Journal Sleep and Stress. Tiap tahun, produk ini pun ditargetkan bisa menggaet 1.000 nasabah.

CEO Generali Indonesia Edy Tuhirman mengatakan, Generali terus fokus pada pengembangan produk dan layanan yang mugedepankan manfaat hidup (life benefit), terutama yang berkaitan erat dengan kesehatan. "Deteksi lewat DNA itu pengaruhnya bisa sampai 30 persen. Sudah ada 1.000 nasabah hidup sehat dari DNA Journal. Mereka bisa mendapat panduan dari kesehatan sesuai dari DNA-nya," ucap Edy dalam peluncuran DNA Journal di Jakarta, Rabu (4/3).

Untuk produk ini lanjut Edy, memang pihaknya menyasar ke nasabah yang premium dan berpenghasilan tinggi. Hal ini mengingat premi 72 juta per tahun atau sekitar Rp 6 juta per bulan.

Berita Terkait : Watsons Indonesia Target Buka 200 Gerai Tahun Ini

Edy bilang, melalui hasil analisa DNA Journal Sleep and Stress, nasabah bisa mengatur respon diri untuk mengantisipasi situasi dengan tekanan tinggi (pressure), sehingga stres bisa Iebih terkendali dengan baik tanpa mengurangi kualitas kerja. Di sisi lain, hasil analisa ini bisa membantu nasabah mengetahui kebutuhan tidur yang berkualitas, dampak kafein pada tidur serta mengidentiflkasi kronotipe atau jam internal kapan waktu paling mengantuk dan kapan saat paling berenergi, yang pada akhimya mampu mengoptimalkan produktivitas. 

"Keseluruhan analisa ini bisa didapatkan hanya dengan memberikan sampel air liur," jelasnya.

Edy menekankan, hidup sehat lebih penting dari apapun. Meski ada asuransi mengcover, namun hidup sehat adalah segalanya. Apalagi saat ini kata dia, eksptasi hidup orang itu makin panjang.

Baca Juga : Legislator Championship 2020, Bamsoet Uji Kaca dan Pintu Mobil Anti-Peluru

Begitupun dengan maraknya kasus virus corona (COVID-19), ia mengimbau agar masyarakat tidak panik. Dengan hidup sehat, segala penyakit bahkan virus corona ini saja bisa ditanggulangi. "Tiap hari pun ada saja virus yang berkembang. Karena tingkat kematian virus corona ini kan hanya 2-3 persen. Indonesia harus positif dan menyebabkan ketakutan. Malah jadi ribet sendiri juga," warning-nya.

Di Generali, sambung Edy, pihaknya mengcover semua dari awal pengobatan sampai sembuh dari virus tersebut. "Tapi kalau pemerintah suda cover kita nggak cover  lagi, karena nggk bisa kalau dicover dua-duanya. Syaratnya selama dia bayar premi kita akan cover. Untuk jenisnya polis asuransi kesehatan, memang tergantung polisnya seperti apa," kata Edy.

Sementara itu, sepanjang 2019 lalu, Generali sukses meraup total premi Rp 2,4 triliun. Generali Group yang beroperasi di Indonesia sejak tahun 2009 dan mengembangkan bisnis melalui jalur multi distribusi yaitu asuransi kesehatan grup, keagenan dan bancassurance yang tersebar pada lebih dari 40 kota di Indonesia. [DWI]