Terus Tingkatkan Kinerja dan Inovasi

KAI Raih Good Performance dari Kementerian BUMN

VP Quality Assurance and Good Corporate Governance PT KAI Wahyu Budianto Siswanto saat menerima penghargaan dari Kementerian BUMN, Rabu (4/3). (Foto: Dok. KAI)
Klik untuk perbesar
VP Quality Assurance and Good Corporate Governance PT KAI Wahyu Budianto Siswanto saat menerima penghargaan dari Kementerian BUMN, Rabu (4/3). (Foto: Dok. KAI)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Menjadi perusahaan yang memiliki fokus pelayanan publik sekaligus menjalankan fungsi bisnis dalam bidang transportasi berbasis rel, PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus berupaya menjadi solusi bagi ekosistem transportasi bangsa.

Kini KAI terus bertransformasi, terlihat dari stasiun-stasiun menjadi lebih tertata. Hanya penumpang saja yang boleh masuk peron. Tidak ada lagi antrean di loket yang mengular karena pemesanan tiket bisa dilakukan secara online.

Integrasi antarmoda pun secara bertahap dihadirkan. Bicara soal kemajuan, sejak tahun 2014, aplikasi resmi KAI yakni KAI Access pun terus berevolusi.

Fiturnya pun semakin lengkap dan memudahkan pengguna. Melalui aplikasi ini, calon penumpang tidak perlu lagi mencetak boardingpass. Penumpang cukup memperlihatkan e-boardingpass dalam aplikasi KAI Access kepada petugas boarding.

Berita Terkait : KAI Siagakan Petugas Di Jalur Rel Saat Hujan Lebat

Begitu pula saat pengecekan tiket di atas kereta. Praktisnya lagi, berkat KAI Access, calon penumpang bisa membatalkan tiketnya dan mengubah jadwal perjalanannya tanpa perlu antre di stasiun.

KAI memang berkomitmen untuk melakukan peremajaan kereta, terutama yang mulai memasuki usia senja. Kini, stasiun pun bukan hanya menjadi tempat naik atau turunnya penumpang KA, tetapi memiliki fungsi yang lain.

Beberapa stasiun telah menjelma sebagai “tempat bekerja dan nongkrong” yang nyaman dengan hadirnya coffee shop, fasilitas wifi, dan bahkan coworking space yang dikelola anak usaha KAI.

Desain stasiun pun dibuat semenarik mungkin agar pengunjung tetap betah dan nyaman ketika menunggu kereta. Semua itu dapat diwujudkan berkat adanya good governance atau tata kelola perusahaan yang baik. Output kerja kian dirasakan oleh seluruh pihak tentu berkat adanya rantai pengelolaan yang baik dari hulu ke hilir.

Berita Terkait : Kasus Korupsi Pengadaan Barang atau Jasa, KPK Garap Eks Pejabat Kementerian Agama

Sebagai BUMN, KAI pun diwajibkan melalui penilaian sabagai langkah evaluasi kinerjanya. Hal tersebut dilakukan agar KAI terus lebih baik dalam berbagai aspek.

Berbagai prosedur dilakukan oleh KAI untuk meningkatkan kinerja dan memunculkan beragam inovasi, salah satunya dengan mengikuti prosedur assessment dari berbagai lembaga kredibel.

Salah satunya, Pelaksanaan Assessment Implementasi Kriteria Penilaian Kinerja Unggul (KPKU) BUMN Tahun 2019 yang dilaksanakan mulai Maret sampai Juli 2019 oleh Kementerian BUMN bekerjasama dengan Forum Ekselen BUMN.

Penghargaan ini diberikan oleh Ketua Forum Ekselen BUMN Agung Yunanto kepada KAI yang diwakili oleh Vice President Quality Assurance and Good Corporate Governance, Wahyu Budiyanto Siswanto di Ballroom Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta pada Rabu (4/3).

Baca Juga : Muhadjir Ingatkan Madrasah Harus Kebagian Dana BOS

 “KAI terus berusaha menjadi perusahaan terdepan dan meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. Hal yang kami lakukan terlebih dahulu dengan meningkatkan kualitas internal KAI yang dulunya product oriented menjadi service oriented.

Kami terus mengembangkan berbagai hal agar KAI menjadi perusahaan pelayanan publik yang terus memberikan solusi dan kontribusi positif untuk mendorong kemajuan transportasi nasional dan mempercepat laju roda perekonomian bangsa,” ujar Direktur Utama KAI Edi Sukmoro. [SRI]