Menteri Ani Tebar Insentif Bagi Pelaku Industri Manufaktur

Sri Mulyani
Klik untuk perbesar
Sri Mulyani

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah akan meluncurkan paket insentif fiskal untuk pelaku industri manufaktur dan pariwisata yang terdampak virus corona. 

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, alokasi dana sebesar Rp 298,5 miliar akan tetap diberikan bagi stimulus peningkatan sektor pariwisata. Namun harus menunggu waktu yang tepat. 

“Kita masih terus memantau dampak dan perkembangannya (virus corona) seperti apa. 

Sehingga instrumen-instrumen untuk memberikan stimulus akan menyesuaikan dengan tingkat risiko itu,” kata Menteri yang akrab disapa Ani itu, di Jakarta, kemarin. 

Berita Terkait : Ada Corona, Kemenperin Diskon Bea Masuk Bahan Baku Industri

Ia menambahkan, jika risiko penyebaran corona di Indonesia mengurangi dari sisi interaksi, pemerintah harus diadjust dari sisi instrumen yang akan dipakai. 

“Kalau tujuannya tetap untuk men-stimulate kita harus cari timing yang tepat,” kata Ani. 

Sri Mulyani juga berencana meluncurkan paket insentif fiskal untuk para pelaku industri manufaktur yang terdampak virus corona. 

Pemerintah, sambung Ani, akan memitigasi risiko wabah corona terhadap pelaku industri yang kehabisan bahan baku produksi. Pasalnya, sekitar dua pertiga impor bahan baku industri Indonesia berasal dari China. 

Berita Terkait : Insentif Turis Asing Dibatalkan

Namun, dia belum membocorkan bentuk insentif yang akan diberikan pada pelaku industri tersebut. 

“Yang kita lakukan lebih untuk merespons dropnya tourism yang sekitar 2 juta dari China. Tapi sekarang kita melihat bahwa ini merembet kepada sektor produksi. Maka kita harus memformulasikan beberapa opsi policy. Sudah kita mulai kaji dan nanti pasti kita akan diumumkan segera,” katanya lagi. 

Saat ini, pemerintah sedang menganalisis bidang industri manufaktur yang paling terdampak. 

Saat virus menyebar di Wuhan, China, industri yang terdampak adalah elektronik dan otomotif. Ani juga meminta pengusaha mencari alternatif negara asal bahan baku produksi. 

Berita Terkait : Di Tengah Corona, Industri Manufaktur RI Masih Bergeliat

Apalagi, dua bulan lagi akan ada momen puasa dan Lebaran yang biasanya diikuti meningkatnya permintaan berbagai barang konsumsi.“Mudah-mudahan, instrumen fiskal yang kita siapkan mampu menjaga sektor produksi dan konsumsi Indonesia tetap tumbuh,” tegasnya. [NOV]