Kelistrikan Lebong Surplus

PLN Siap Sambut Investor Di Provinsi Bengkulu

PLN telah merampungkan proyek pembangunan Gedung Kontrol Extension Gardu Induk 70 Kv (kilovolt) Tes di kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Tes, Kabupaten Lebong. Proyek ini diresmikan oleh Direktur Bisnis Regional Sumatera PLN - Wiluyo Kusdwiharto di Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, Sumatera pada Selasa, (3/2/2020).
Klik untuk perbesar
PLN telah merampungkan proyek pembangunan Gedung Kontrol Extension Gardu Induk 70 Kv (kilovolt) Tes di kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Tes, Kabupaten Lebong. Proyek ini diresmikan oleh Direktur Bisnis Regional Sumatera PLN - Wiluyo Kusdwiharto di Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, Sumatera pada Selasa, (3/2/2020).

RMco.id  Rakyat Merdeka - PLN terus berupaya menggenjot kualitas pelayanannya di setiap daerah, salah satunya adalah di daerah Lebong, Provinsi Bengkulu, Sumatera.

Di wilayah ini, PLN telah merampungkan proyek pembangunan Gedung Kontrol Extension Gardu Induk 70 Kv (kilovolt) Tes di kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Tes, Kabupaten Lebong. 

Rampungnya proyek ini ditandai melalui acara peresmian oleh Direktur Bisnis Regional Sumatera PLN - Wiluyo Kusdwiharto di Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, Sumatera pada Selasa, (3/2/2020).

Wiluyo menjelaskan  rampungnya GI Tes 70 kV ini merupakan bukti nyata upaya PLN dalam meningkatkan keandalan dan pelayanan bagi para pelanggan.

Baca Juga : Pemprov DKI Jual Masker Murah, Satunya Cuma Rp 2.500

“Dengan selesainya proyek pembangunan ini tentu PLN dapat meningkatkan keandalan dan ketersediaan trafo daya sehingga dapat memperbaiki pelayanan bagi para pelanggan baik dari sisi kecukupan daya maupun kualitas layanan,” papar Wiluyo dalam rilis yang diterima RMco, Kamis (5/2/2020).

Dijelaskan, pembangunan GI ini dapat memudahkan kontrol pembagian daya listrik dan mempermudah deteksi kerusakan.

“Dengan adanya Gedung Kontrol dan Extension Bay, pembagian jalur listrik dari Gardu Induk (GI) Tes, Gardu Hubung (GH) Muara Aman akan lebih praktis, teknisnya tidak lagi dilakukan secara manual, dengan peralatan mesin dan teknologi canggih semuanya dapat dikontrol lebih mudah, tidak hanya pembagian daya listrik, deteksi setiap kerusakan juga dapat dilakukan dengan titik lebih akurat,” ungkap Wiluyo.

Dengan adanya peralatan kontrol otomatis, pemeliharaan sekaligus penanganan kerusakan peralatan PLN akan berjalan lebih efektif. 

Baca Juga : Peningkatan Pendapatan Asli Daerah Sukseskan Program Prioritas Nasional

Diharapkan masyarakat Kabupaten Lebong ikut menjaga peralatan PLN yang merupakan aset negara agar pelayanan listrik di Kabupaten Lebong bisa berjalan maksimal. 

Tak Perlu Khawatir

Produksi listrik di Kabupaten Lebong sudah berjalan mandiri bahkan memiliki cadangan karena realisasi dayanya mencapai 70 MW, dengan sementara pemakaian internal Kabupaten Lebong hanya 17 MW.

“PLN memastikan daya listrik di Lebong ini sangat melimpah, oleh karena itu investor tidak perlu khawatir berinvestasi disini, sementara ini cadangan daya listrik hasil produksi Lebong dimanfaatkan untuk membantu daya listrik ke Bengkulu termasuk ke tol listrik Sumatera sebagai cadangan daya listrik nasional,’’ imbuh Wiluyo. 

Baca Juga : Cegah Corona, Pegawai Kemendes PDTT Wajib Cek Kesehatan

Adapun acara peresmian tersebut dihadiri juga oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lebong, H. Mustarani Abidin.

Dalam sambutannya, Mustarani mengungkapkan bahwa Pemkab Lebong sangat mendukung PLN dalam meningkatkan penunjang kelistrikan di Kabupateng Lebong.

‘’Sangat banyak kegiatan Pemkab Lebong seperti Lebong Command Center (LCC) sangat bergantung pada listrik PLN, begitu juga perekonomian masyarakat, oleh karena itu apapun yang dibutuhkan PLN, khususnya soal perizinan terkait pengembangan peralatan, kami Pemkab Lebong akan selalu siap membantu,’’ pungkas Mustarani. [FAZ]