Genjot Wisata Internasional, Jasa Tirta II Resmikan Jatiluhur Valley And Resort

Direktur Utama Jasa Tirta II U Saefudin Noer (tengah) beserta jajarannya dalam Raker Jasa Tirta II Tahun 2020 pada 3-4 Maret 2020 di Water & Renewable Energy Learning Center, Jatiluhur Valley & Resort.
Klik untuk perbesar
Direktur Utama Jasa Tirta II U Saefudin Noer (tengah) beserta jajarannya dalam Raker Jasa Tirta II Tahun 2020 pada 3-4 Maret 2020 di Water & Renewable Energy Learning Center, Jatiluhur Valley & Resort.

RMco.id  Rakyat Merdeka - Jasa Tirta II meresmikan Waduk Jatiluhur menjadi kawasan Jatiluhur Valley and Resort. 

Peresmian itu merupakan salah satu upaya perusahaan mewujudkan "value creation" dan disepakati dalam Rapat Kerja Anggaran 2020 dan RJPP 2020-2024 Jasa Tirta II pada 3-4 Maret 2020 di Gedung Ghra Vidya, sekaligus  diluncurkan sebagai Water and Renewable Energy Learning Center, Jatiluhur, Jawa Barat, Indonesia.

Water & Renewable Energy Learning Center di Kawasan Wisata Jatiluhur ini merupakan salah satu upaya meningkatkan hunian hotel dan bungalow pada periode weekday. Lokasi yang berdekatan dengan kawasan Waduk menjadi tempat strategis untuk belajar mengenai pengelolaan air dan energi terbarukan. 

Keberadaan Water & Renewable Energy Learning Center tersebut juga menjadi salah satu strategi peningkatan kompetensi Human Capital Jasa Tirta II, khususnya di bidang pengusahaan dan pengelolaan Sumber Daya Air serta Renewable Energy.

Berita Terkait : Jasa Tirta II Tanam 1 Juta Pohon Untuk Program Citarum Harum

Direktur Utama Jasa Tirta II U Saefudin Noer mengatakan, kawasan wisata Waduk Jatiluhur selama ini menjadi salah satu kawasan wisata favorit di Provinsi Jawa Barat karena keindahan alam di sekitar bentangan waduk tersebut.

Genangan waduk seluas 8.300 hektare yang dikelilingi oleh lembah-lembah yang hijau dan gunung menambah eksotisme alam waduk terbesar di Asia ini.

“Pemilihan nama Jatiluhur Valley and Resort mencerminkan cita-cita kami yang ingin memajukan sektor pariwisata di Jatiluhur yang bertaraf Internasional," kata Saefudin.

Menurutnya, pengembangan kawasan wisata Jatiluhur menjadi Valley and Resort ini akan didukung oleh infrastruktur wisata yang lengkap seperti hotel dan bungalow, sarana rekreasi, serta event-event tahunan yang akan mendongkrak kunjungan wisatawan ke Jatiluhur. Pengoperasian hotel dan resort dikelola secara profesional melalui sinergi BUMN dengan Hotel Indonesia Group. 

Baca Juga : Dampak Corona, PSSI Hormati AFC Tunda Sejumlah Pertandingan

Tahun 2019, Jasa Tirta II sukses menggelar event-event bertaraf internasional di kawasan Waduk Jatiluhur seperti The 1st Jatiluhur Stand Up Paddle & Kayak Exhibition, The 1st Jatiluhur Heroes 5k Fun Run dan The 1st International Jatiluhur Jazz Festival dengan berhasil mendatangkan sekitar 20.000 pengunjung untuk menyaksikan event-event tersebut.

Tak hanya itu, event ini juga dilaksanakan untuk memperkuat ekonomi masyarakat dalam ekosistem ekonomi melalui kolaborasi bersama pemerintah daerah, UMKM, pelaku ekonomi lokal dan kreatif, para seniman dan budayawan lokal, nasional dan mancanegara.

Kata Saefudin, pengembangan kawasan wisata Jatiluhur menuju kualitas Resort merupakan salah satu bentuk transformasi Jasa Tirta II dalam hal optimalisasi pemanfaatan aset.

“Kami sedang melakukan transformasi di BUMN ini mulai dari membentuk kultur perusahaan, yang melayani, yang berkelanjutan dan selalu menciptakan peluang-peluang baru bagi usaha kami,” ucap Saefudin.

Baca Juga : Anggota DPD Lampung Siap Bantu Petani Cabe Pringsewu

Dia ingin Jasa Tirta II bertransformasi dengan melihat sumber daya yang ada, seperti waduk, sungai, tanah, aset, properti, wilayah pariwisata dan air. Dia juga ingin membuat kultur baru, dengan menciptakan inovasi. Apalagi tiap potensi memiliki model dan proses bisnis yang berbeda-beda.

“Potensi pengusahaan yang manageable, profesional dan komersial, akan banyak menghasilkan tambahan pendapatan bagi perusahaan. Maka menjaga konservasi lingkungan, kekeringan, manajemen banjir, penjadwalan air, serta energi baru dan terbarukan menjadi lebih profesional sebagai perusahaan, bukan sebagai badan. Itu juga bisa membuka lapangan pekerjaan baru. Itu hope dan dream kami,” jelas Saefudin. [WHY]