RMco.id  Rakyat Merdeka - Wabah virus corona ternyata tak selalu merugikan. GMF Aeroasia justru kebanjiran order pemeliharaan pesawat. Karena, banyak negara yang tadinya melakukan pemeliharaan pesawat di China beralih ke Indonesia.

Direktur Utama GMF Aeroasia Tazar Marta Kurniawan menuturkan, dibalik ironi wabah Corona, GMF Aeroasia justru berhasil melakukan penetrasi pasar ke beberapa negara. "Jumlah aktivitas penerbangan di Indonesia sudah dipastikan menurun. Tapi bagi kami di GMF ini, hingga saat ini tidak terdampak kepada penurunan aktivitas," katanya di hanggar GMF, Tangerang, Jumat (6/3).

Berita Terkait : Corona Makin Dekat

Tazar menilai, setiap pesawat wajib memerlukan suatu perawatan yang terjadwal. Beberapa perawatan airlines yang semula dipercayakan pada MRO di wilayah China pun tak bisa dilakukan lagi. Praktis, Indonesia menjadi tujuan utama untuk memenuhi kebutuhan perawatan airlines yang tidak bisa ditunda. 

"Jadi banyak airlines yang tadinya melaksanakan perawatan ke China, tidak lagi melakukan perawatan ke sana sehingga GMF pada saat ini jadi suatu alternatif yang possible, sangat mungkin untuk mendapat limpahan pekerjaan dari costumer tersebut," ujarnya.

Berita Terkait : Lupakan Corona dengan Mayoran dan Ngaliwet

Salah satu yang potensial adalah dari lini bisnis Airframe Maintenance. Sebagai imbas positif di balik wabah corona, GMF mendapatkan tambahan permintaan perawatan Airframe dari berbagai airlines mancanegara.

Hal ini turut mendukung perwujudan misi GMF guna memacu pertumbuhan bisnis dari segmen Airframe Maintenance untuk pesawat non afiliasi. Hingga bulan ke dua di 2020, GMF telah mengantongi order untuk 35 proyek Aircraft Redelivery di mana angka ini meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan 2019.

Baca Juga : Ekonomi Landai, Basuki Genjot Belanja Infrastruktur

Pangsa pasar non afiliasi, terutama dari pelanggan internasional kini menjadi target GMF selanjutnya. Pada 2019, komposisi customer internasional atau non Garuda Indonesia Group mencapai 71 persen. Diharapkan tahun ini bisa meningkat menjadi 80 persen.

"Kapabilitas kami telah tersertifikasi di level internasional dengan dikantonginya authority approval dari FAA, EASA, dan juga CASA, kini saatnya dominasi di pasar internasional kita mantapkan dengan misi tambahan yaitu membawa nama baik Indonesia semakin kuat di pasar regional di tengah kondisi ekonomi global saat ini," tuturnya. [KPJ]