Lewat Festival, Jateng Optimis Pacu Ekspor Buah Lokal

Direktur Buah dan Florikultura Ditjen Hortikultura Kementan Liferdi Lukman (jas hitam) bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mencicipi buah di sela Festival Buah Jawa Tengah, di Alun-alun Bung Karno, Ungaran, Semarang, Sabtu (7/3). (Foto: Humas Kementan)
Klik untuk perbesar
Direktur Buah dan Florikultura Ditjen Hortikultura Kementan Liferdi Lukman (jas hitam) bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mencicipi buah di sela Festival Buah Jawa Tengah, di Alun-alun Bung Karno, Ungaran, Semarang, Sabtu (7/3). (Foto: Humas Kementan)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Jawa Tengah dikenal sebagai lumbung pangan nasional, termasuk komoditas hortikultura. Daerah ini dikenal sebagai penghasil buah-buahan unggul. Di antaranya durian, mangga, alpukat, buah naga, pisang, melon, dan semangka.      

Produksi buah-buahan Jawa Tengah tahun 2019 yang mencapai 2,8 juta ton, berkontribusi 12,4 persen terhadap total produksi buah nasional. Selain untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal, beberapa jenis buah asal Jawa Tengah mampu menembus pasar ekspor.         

Berita Terkait : Kementan: Stok Daging dan Ayam untuk Ramadan dan Idul Fitri Sudah Aman

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, saat membuka Festival Buah Jawa Tengah di Alun-Alun Bung Karno Ungaran, Kabupaten Semarang, Sabtu (7/2), menyebut, saat ini merupakan momentum kebangkitan buah-buahan nasional. "Ketika dunia sedang bergolak karena serangan Virus Corona, perang dagang dan sebagainya, sebenarnya bisa menjadi celah atau momentum bagi kita untuk bangkit. Dalam kondisi kerepotan pasokan yang melanda dunia saat ini, buah-buahan lokal kita sebenarnya bisa mengisi peluang ekspor," ujarnya.     

Saat ini, beberapa buah asal Jawa Tengah yang telah merambah pasar ekspor diantaranya rambutan, salak, sawo, buah naga, melon, hingga pepaya. "Produk buah-buahan lokal Jawa Tengah terbukti bisa mendunia. Contoh rambutan dan salak, yang sudah jadi buah yang unik dan eksotis. Harganya tinggi sekali kalau di Rusia. Sawo dan buah naga asal wonogiri sudah tembus Jerman. Melon dan pepaya kita juga sudah sampai Singapura dan Kamboja," kata Ganjar.        

Berita Terkait : Awas, Alih Fungsi Lahan Masuk Ranah Pidana

Dia menegaskan, kekuatan buah lokal sesungguhnya bisa mengimbangi neraca perdagangan kita. Potensi buah di Jawa Tengah sangat tinggi, petaninya juga kreatif, tinggal didampingi dan disentuh teknologinya agar ada lompatan. "Dukungan Kementerian Pertanian dan Dinas Pertanian Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah diakuinya sangat membantu pengembangan buah-buahan di daerahnya," ungkapnya.         

Di tempat yang sama, Direktur Buah dan Florikultura, Ditjen Hortikultura, Kementerian Pertanian (Kementan), Liferdi Lukman, mengapresiasi upaya Pemprov Jawa Tengah dalam mengembangkan buah-buahan lokal. Pihaknya tahun ini telah menggelontorkan anggaran untuk pengembangan hortikultura di Jawa Tengah hingga Rp 81 miliar lebih, untuk pengembangan berbagai komoditas hortikultura termasuk buah-buahan.         

Berita Terkait : Indikator Kinerja Makro Subsektor Hortikultura Makin Baik

"Jawa Tengah adalah lumbung hortikultura dan menjadi salah satu kawasan utama pertanian nasional. Dari Jawa Tengah pula mampu dihasilkan buah-buahan unggul yang bisa mengimbangi bahkan mensubstitusi buah-buah impor diantaranya durian bawor, klengkeng kateki dan jambu kristal. Ini bisa menjadi role model atau percontohan bagi daerah lain di Indonesia," ucapnya.          

Liferdi berharap, event festival buah tersebut bisa menjadi agenda rutin Pemda Jawa Tengah. Misalnya tahun depan dirancang menjadi ajang pertemuan bisnis nasional pelaku buah, lalu tahun berikutnya bisa dinaikkan lagi tarafnya menjadi go internasional. "Hadirkan langsung para buyer dari mancanegara," katanya meyakinkan. [KAL]