RMco.id  Rakyat Merdeka - Pertamina terus menunjukkan kepeduliannya kepada warga Tuban, dengan menggandeng Muslimat NU dalam pemeriksaan kesehatan sekaligus deklarasi faktor resiko penyakit tidak menular.

Dalam rangka menyukseskan langkah tersebut, Pertamina juga menyerahkan bantuan alat kesehatan kepada 20 kecamatan di Kabupaten Tuban.

Berita Terkait : Dukung Ekonomi Aceh, Pertamina Sumbang PAD 171,3 Miliar

Penyerahan bantuan dilakukan oleh Unit Manager Communication & CSR Marketing Operation Region (MOR) V Jatim Balinus kepada Kepala Dinas Kesehatan dan Ketua Muslimat NU Tuban pada acara Harlah Muslimat NU ke 74 yang dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Bupati Tuban H.Fathul Huda di Tuban, Minggu (8/3).

VP Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman menjelaskan sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang sedang mendapatkan tugas dari Pemerintah untuk membangun kilang baru di wilayah Tuban, Pertamina senantiasa mewujudkan kepeduliannya kepada kondisi kesehatan warga, termasuk membantu fasilitas kesehatan di Pusat Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menulas (Posbindu PTM).

Berita Terkait : Inovasi Pertamina Lubricants Perkuat Bisnis Saat Pandemi

"Pertamina menyadari bahwa masyarakat perlu diedukasi untuk hidup sehat dan terhindar dari gangguan kesehatan yang beresiko tinggi dan untuk itu perlu melakukan pemeriksaan pada layanan kesehatan yang dikelola secara swadaya oleh kelompok masyarakat. Untuk itu, kami membantu melengkapi peralatan  medis Posbindu PTM di seluruh kecamatan di Tuban,"ujarnya.
 
Fajriyah menuturkan, melalui kerjasama dengan Muslimat NU Tuban, Pertamina membantu pemerintah dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat agar terhindar dari faktor resiko penyakit tidak menular seperti penyakit jantung dan pembulu darah, diabetes, penyakit paru obstruktif akut dan kanker, serta gangguan kesehatan lainnya.

"Kami berharap dengan Posbindu yang dikelola masyarakat, warga Tuban lebih sehat dan dapat menyambut kehadiran kilang baru Tuban yang akan mendorong perekonomian wilayah," pungkas Fajriyah. [SRI]