RMco.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum DPP Indonesian National Shipowner's Association (INSA) Carmelita Hartoto menilai, program tol laut yang terlah berjalan sejauh ini memberikan dampak positif bagi efisiensi logistik. Khususnya, di wilayah timur. Namun, perlu adanya evaluasi karena dampaknya belum signfikan untuk menekan biaya logisitik. Dibutuhkan evaluasi tol laut secara menyeluruh.         

"Untuk mengoptimalisasi tol laut agar harga bahan pokok di Indonesia timur dan barat menjadi relatif sama, memerlukan dukungan seluruh pihak mulai dari kementerian terkait. Tidak terkecuali dari BUMN," katanya, di Jakarta, Senin (9/3).        

Berita Terkait : Benahi Tol Laut, Luhut Bentuk Tim Khusus

Carmelita menjelaskan, untuk komoditas, masing-masing daerah memiliki komoditas yang berbeda. Ia mencontohkan, misalnya seperti di Wamena yang membutuhkan komoditas semen. Dalam program tol laut, BUMN yang bergerak di bidang semen bisa memberikan subsidi silang dari keuntungan penjualan di Indonesia barat dengan menjual semen di wilayah timur dengan harga produksi.       

"Kami pernah menyampaikan langsung kepada Bapak Presiden di Istana beberapa waktu lalu, untuk optimalisasi tol laut ini memerlukan dukungan seluruh pihak, termasuk juga dari BUMN,” ujarnya.   

Baca Juga : Mau Perpanjang SIM Di Jakarta? Datang Aja Yuk Ke 5 Lokasi Ini

Untuk menjamin harga barang tol oaut semakin kompetitif, Carmelita menilai, keberadaan Rumah Kita juga sebaiknya dikelola langsung oleh BUMN dan Kementerian Perhubungan. Ada pun para pelaku usaha ritel agar diajak menjual barang pokok, seperti terigu, minyak, beras dan mie instan. Kapal tol laut sedang melakukan kegiatan muat di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.         

"Dengan begitu, tidak lagi membutuhkan distributor dan agen di daerah-daerah tujuan Tol Laut. Dengan cara ini memperkecil risiko adanya harga barang Tol Laut dijual dengan harga mahal," jelasnya.     

Baca Juga : Politisi UMNO Rame-rame Laporkan Anwar Ke Polisi

Carmelita mengungkapkan, saat ini tol laut meski desain dari konsepnya belum sempurna, tapi program sudah berjalan. Tentunya para pelaku usaha pelayaran swasta nasional tetap mendukung dengan digandeng pemerintah untuk dilibatkan dalam pengoperasian tol laut.           

"Selama ini, pelayaran swasta nasional telah terlibat aktif menjadi operator Tol Laut. INSA bersama Kementerian Perhubungan juga secara intens menjalin komunikasi dan diskusi mengevaluasi efektivitas tol laut," ucapnya. [KPJ]