Rebranding, CIMB Niaga Finance Patok Pembiayaan Naik 30 Persen

Presiden Direktur PT CIMB Niaga Auto Finance (CIMB Niaga Finance) Ristiawan (tengah) berbincang dengan sejumlah direksi (dari kiri) Chief of Credit & Risk Antonius Herdaru, Collection & Recovery Director Danis V Bimawan, Finance & Strategy Director M Imron Rosyadi Nur, dan Sales & Acquisition Director Kurniawan Kartawinata saat penggunaan logo baru (rebranding) dan peluncuran aplikasi CNAF Moblie di Jakarta, Senin (9/3). (Foto: M. Qori/Rakyat Merdeka)
Klik untuk perbesar
Presiden Direktur PT CIMB Niaga Auto Finance (CIMB Niaga Finance) Ristiawan (tengah) berbincang dengan sejumlah direksi (dari kiri) Chief of Credit & Risk Antonius Herdaru, Collection & Recovery Director Danis V Bimawan, Finance & Strategy Director M Imron Rosyadi Nur, dan Sales & Acquisition Director Kurniawan Kartawinata saat penggunaan logo baru (rebranding) dan peluncuran aplikasi CNAF Moblie di Jakarta, Senin (9/3). (Foto: M. Qori/Rakyat Merdeka)

RMco.id  Rakyat Merdeka - PT CIMB Niaga Auto Finance (CIMB Niaga Finance) mengumumkan penggunaan logo baru (rebranding). Dengan rebrandring, CIMB Niaga Finance mematok target pembiayaan naik sekitar 20-30 persen tahun ini.

Presiden Direktur CIMB Niaga Finance Ristiawan Suherman menuturkan, inisiatif tersebut dilakukan dalam rangka transformasi bisnis dan memperluas segmentasi pembiayaan. Karena ke depannya, CIMB Niaga Finance tak hanya menjajaki bisnis pembiayaan di segmen otomotif tapi juga sektor lain seperti modal kerja, investasi bagi UMKM hingga pendidikan.

"Bagaimana mengubah paradigma CIMB Niaga Finance yang tidak hanya berfokus pada pembiayaan kendaraan roda empat, tetapi juga memperluas segmentasi pembiayaan seperti kredit investasi dan modal kerja," terangnya dalam acara peluncuran logo baru dan Aplikasi CNAF Mobile di Jakarta, Senin (9/3).

Berita Terkait : Merasa Dirugikan atas Pembangunan Apartemen, Warga di Serpong Gugat PT Aldebaran

Langkah itu pun dinilai Ristiawan, semakin memperkuat positioning sebagai anak perusahaan yang terus bersinergi dengan induk usaha yaitu PT Bank CIMB Niaga Tbk. "Bisnis di era digitalisasi bagaimana akhirnya tak menambah risiko suatu hari. Tujuannya me-manage biaya dan membuat experience nasabah lebih baik lagi," ujarnya. 

Namun diakuinya, mulai dijajalnya pembiayaan di luar otomotif masih sangat kecil, dengan jatah porsi hanya sekitar 10-15 persen tak besar. "Misanya total pencairan pembiayaan kami Rp 5 triliun ya paling cuma Rp 1,5 triliunnya saja untuk non auto. Tahun ini pembelajaran, kalau sudah firm ya tahun depan baru kita mulai serius," imbuhnya.

"Target tahun ini pencairan bisa dobel digit sekitar 20-30 persen. Kalau tahun lalu pencairannya bisa sampai Rp 4 triliun," sambung Ristiawan.

Berita Terkait : CIMB Niaga Syariah Raup Laba Rp 1,1 T

Logo baru dan aplikasi CNAF mobile ini menurut Ristiawan, mengusung value proposition cepat dan simple. Pihaknya bertekad menjadi perusahaan yang kompetitif dan tumbuh sehat di industri pembiayaan. 

"Kami terus berinovasi sesuai dengan aspirasi menjadi the most profitable company,” katanya.

Sebagai implementasi dari transformasi tersebut, pada kesempatan yang sama CIMB Niaga Finance juga meluncurkan aplikasi CNAF Mobile. Aplikasi ini hadir untuk memudahkan calon debitor dalam mengajukan pembiayaan melalui smartphone. 

Berita Terkait : CIMB Niaga Raup Laba Rp 3,9 Triliun

Didukung teknologi terbaru, CNAF Mobile dapat memberikan persetujuan pembiayaan secara instan dalam waktu 1 menit kepada calon debitor cukup dengan menggunakan KTP dan NPWP. Melalui CNAF Mobile, calon debitor bisa mengajukan kredit pembiayaan dengan persyaratan mudah (simple), memonitor status pengajuan aplikasi secara real time, serta memperoleh informasi produk dan program pembiayaan. Aplikasi ini juga bisa dimanfaatkan untuk merekomendasikan calon debitur kepada CIMB Niaga Finance.

“Kami berharap, tersedianya CNAF Mobile dengan beragam fitur yang ditawarkan dapat memberikan pengalaman bertransaksi yang aman dan nyaman. Hal ini sekaligus wujud komitmen kami sebagai perusahaan pembiayaan yang mengutamakan customer experience,” pungkasnya. [DWI]