Dukung Industri Wisata

Angkasa Pura I Targetkan Pengembangan Bandara Sam Ratulangi Kelar Desember 2020

Dukung Industri Wisata Angkasa Pura I Targetkan Pengembangan Bandara Sam Ratulangi Kelar Desember 2020
Klik untuk perbesar

RMco.id  Rakyat Merdeka - PT Angkasa Pura I (Persero) melakukan proses peletakan batu pertama atau groundbreaking proyek pengembangan Bandara Sam Ratulangi Manado.

Direktur Teknik PT Angkasa Pura I (Persero) Lukman F. Faisa menjelaskan, pengembangan Bandara Sam Ratulangi Manado merupakan salah satu upaya Angkasa Pura I untuk mendukung program pemerintah di bidang pariwisata.

"Angkasa Pura I mendukung program pengembangan lima destinasi wisata super prioritas, di mana Likupang yang berada di Sulawesi Utara merupakan salah satu dari lima destinasi tersebut," ujar Lukman dalam siaran persnya, Senin (9/3).

Proses groundbreaking dilakukan oleh Direktur Teknik PT Angkasa Pura I (Persero) Lukman F. Laisa dan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey.

Dalam menjalankan proyek Bandara Sam Ratulangi Manado, Angkasa Pura I menggandeng PT Adhi Karya sebagai mitra pelaksana Adapun proyek pengembangan ini ditargetkan dapat selesai akhir tahun ini yaitu Desember 2020.

Berita Terkait : Angkasa Pura II Raih Predikat Industry Leader

Dia optimistis pengembangan bandara akan berdampak sangat bagus bagi industri pariwisata nasional. Walaupun saat ini kondisi industri pariwisata cukup terpukul dengan adanya pandemi virus corona dia tetap optimis untuk kedepannya.

"Virus corona memang menurunkan minat masyarakat untuk melakukan perjalanan, namun dalam jangka panjang potensi pertumbuhan industri pariwisata cukup tinggi," paparnya.

Pada 2025, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey menargetkan 1 juta wisatawan mancanegara (wisman) mengunjungi Sulawesi Utara yang didukung oleh pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK) Likupang di atas lahan seluas 396 hektar.

Pengembangan Likupang ini dapat mendorong kunjungan wisman sebanyak 162 ribu orang pada 2025 atau berkontribusi 16 persen dari total target 1 juta wisman.

Proyek pengembangan Bandara Sam Ratulangi Manado ini akan meningkatkan kapasitas terminal dari 2,7 juta di atas lahan seluas 26.481 meter persegi menjadi 5,7 juta orang pertahun di atas lahan seluas 57.296 meter persegi.

Berita Terkait : Angkasa Pura I Naikkan Pengawasan Di 15 Bandara

Sebagai informasi, pada 2019 Bandara Sam Ratulangi Manado telah melayani 2,2 juta penumpang, dengan 22,7 ribu pergerakan pesawat, serta 13,6 ribu ton kargo.

Bandara ini juga akan dilengkapi dengan fasilitas modern mulai dari penambahan fix bridge yang semula 3 unit menjadi 5 unit. Konter check-in dari 30 unit menjadi 45 unit.

Area parkir yang semula dapat menampung 350 kendaraan roda empat nantinya dapat menampung hingga 650 kendaraan. Untuk roda dua yang semula dapat menampung 734 unit menjadi 760 unit.

Secara umum, desain terminal Bandara Sam Ratulangi Manado mengombinasikan konsep tradisional dan modern.

Sentuhan tradisional berupa motif batik Tarawesan Pareday yang tercipta dalam bentuk geometris (pakarisan) yang menyerupai sebuah perulangan garis sebagai representasi sebuah simbol gelombang kehidupan manusia yang hadir dari dua arah, yaitu arah atas dan bawah.

Berita Terkait : Angkasa Pura II Asistensi Jemaah Umroh di Bandara

Sisi modern akan tampak pada fasilitas-fasilitas terminal yang berstandar internasional. Dari sisi kinerja pelayanan, Bandara Sam Ratulangi Manado memiliki nilai kepuasan pengguna jasa atau Customer Satisfaction Index dari Airport Council International sebesar 4,75 di tahun 2019, yang artinya pengguna jasa sangat puas dengan pelayanan bandara.

Ini juga telah menempatkan Bandara Sam Ratulangi Manado di peringkat 11 dari 78 bandara di seluruh dunia dengan kategori 2 sampai dengan 5 juta penumpang.

"Diharapkan dengan pengembangan ini akan semakin meningkatkan positioning bandara ke depannya," ujar Lukman F. Laisa.

Bandara Sam Ratulangi Manado adalah salah satu dari 6 bandara yang ditargetkan selesai pengembangannya pada tahun 2020 ini. [JAR]