Tarif Ojol Jabodetabek Naik, Kini Minimal Bayar Jadi Rp 9 Ribu 

Aksi ojek online beberapa waktu lalu. (Foto: Ng Putu Wahyu Rama/RM)
Klik untuk perbesar
Aksi ojek online beberapa waktu lalu. (Foto: Ng Putu Wahyu Rama/RM)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memutuskan mengerek tarif ojek online (ojol) untuk wilayah Jabodetabek. Tarif baru ojol ini berlaku mulai 16 Maret 2020.       

Untuk tarif batas bawah yang sebelumnya Rp 2.000/km akan naik menjadi Rp 2.250/km atau naik Rp 250/km. Untuk tarif batas atas naik dari Rp 2.500/km menjadi Rp 2.650/km. Artinya, kenaikan Rp 150/km. Ada pun tarif minimal untuk 4 km pertama juga naik dari Rp 8.000 hingga Rp 10.000 menjadi Rp 9.000 hingga Rp 10.500.        

Berita Terkait : Mulai Hari Ini, Tol Tanjung Priok-Bandung Kudu Bebas Truk ODOL

Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan, kenaikan tarif yang ditetapkan mengacu hasil riset tim independen yang telah ditunjuk Kemenhub. Komponen riset tersebut mempertimbangkan kemampuan daya beli dan tingkat kesejahteraan masyarakat Jabodetabek.        

Budi menjelaskan, sebelum memutuskan kenaikan tarif, telah mempertimbangkan dinamika ekonomi yang terjadi. Walaupun iuran BPJS Kesehatan batal naik. Namun, komponen lain sudah terlanjur naik. "Ada banyak komponen pertimbangan sampai akhirnya kami menaikkan tarifnya, jelasnya.      

Berita Terkait : Mulai Besok, Kemenhub Buru Truk Odol di Pelabuhan

Selanjutnya, Kemenhub akan menyusun pembaruan keputusan menteri atau Kepmen yang memayungi aturan tersebut. Dengan begitu, Kepmen lama, yakni Keputusan Menteri Nomor 348 Tahun 2019 yang mengatur tarif batas ojol tidak akan berlaku. [KPJ]