Pasokan Setrum Kian Andal

PLN Hemat 163 M Per Bulan Dari Tol Listrik Sumatera

TOL Listrik 275 kV Sumatera Lahat-Pangkalan Susu
Klik untuk perbesar
TOL Listrik 275 kV Sumatera Lahat-Pangkalan Susu

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pasokan setrum di Wilayah Sumatera makin andal dengan rampungnya pembangunan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kiloVolt (kV).

SUTET 275 kV Sumatera yang dioperasikan membentang dari Lahat - Pangkalan Susu sepanjang 2.936 kilo meter sirkuit (kms). 

Transmisi ini menggunakan jumlah tower sebanyak 3.789 tower, serta 14 GITET yang nantinya akan diselesaikan untuk jalur Pangkalan Susu - Sigli dan Lahat -Lampung. 

Vice President Konstruksi Jaringan Regional Sumatera, Binara Nainggolan mengungkapkan transmisi ini merupakan backbone penyaluran energi listrik dari Sistem Sumatera Bagian Selatan menuju Sumatera Bagian Utara atau sebaliknya. 

Berita Terkait : PLN Siapkan SPKLU Di Surabaya

Dikenal dengan nama Tol Listrik Sumatera tahap 1, SUTET ini sudah beroperasi 30 September 2019. Dalam pengerjaannya, tol listrik Lahat - Pangkalan Susu menyerap hingga 10.988 tenaga kerja.

"Dengan adanya Tol Listrik Sumatera 275 kV maka keandalan listrik Sumatera akan semakin meningkat dan bisa menurunkan biaya pokok produksi listrik di Sumatera," tutur Binara Nainggolan.

Pasca interkoneksi, PLN juga diproyeksikan bisa menghemat hingga mencapai 163 Miliar Per Bulan. Lebih jauh, dia menjelaskan bahwa listrik 275 kV ini mampu mengevakuasi daya hingga 2.000 MW dari Sumatera Selatan menuju Sumatera Utara.

Kondisi ini juga menopang keseimbangan distribusi listrik. Terlebih, di Sumatera Bagian Selatan saat ini kelebihan pasokan listrik.

Berita Terkait : PLN Ajak Investor Benamkan Modal Di Kawasan Wisata Lombok

Selain itu juga terdapat cadangan batubara sebagai energi primer yang dimanfaatkan sebagai pembangkit PLTU Mulut Tambang.

"Dengan adanya tol listrik ini biaya pokok penyediaan (BPP) akan lebih murah dan listrik Sumatera akan semakin andal, karena coveragenya mencakup seluruh pulau, sehingga kekhawatiran kekurangan pasokan listrik bisa teratasi," tambah Binara. 

Sebagai informasi, tol listrik dinyatakan layak beroperasi setelah sebelumnya pada 29 Juni 2019 berhasil mendapatkan Rekomendasi Laik Bertegangan (RLB) pada Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kV. 

Dengan terbitnya rekomendasi layak bertegangan ini menjadi tonggak sejarah baru sistem kelistrikan di Indonesia, mengingat ini pertama kali SUTET 275 kV beroperasi dari Sumsel hingga ke Sumut yang nantinya juga akan berlanjut ke Aceh dan Lampung.

Baca Juga : KPK Periksa Dua Adik Ipar Nurhadi

Dengan listrik yang andal, diharapkan dapat menarik investor sehingga bisa mendorong tumbuhnya industri menengah dan besar di setiap provinsi.

"PLN akan siap melayani kawasan-kawasan industri yang membutuhkan daya listrik yang besar sesuai lokasi yang ditetapkan oleh Pemda setempat," katanya.

Ke depan SUTET 275 kV akan terus dikembangkan ke arah utara sampai Aceh. Rampungnya pengerjaan tol listrik tidak terlepas dari bantuan seluruh stakeholder terutama masyarakat dan Pimpinan daerah di Sumatera, mulai dari bantuan dan dikungan perijinan, pembebasan lahan dan ROW (right of way) hingga selesainya konstruksi tol listrik Sumatera tersebut. [FAZ]