RMco.id  Rakyat Merdeka - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan, pemerintah sudah menyiapkan stimulus fiskal jilid II yang terdiri atas delapan aspek prosedural dan insentif fiskal untuk memitigasi dampak wabah virus corona baru atau Covid-19 terhadap perekonomian Indonesia.

“Inilah stimulus fiskal jilid II yang Insya Allah Bu Menteri Keuangan akan mengumumkan detilnya,” kata Perry di Jakarta, Rabu (11/3).

Baca Juga : Produsen APD Merugi, Baju Hazmat Menumpuk Digudang

Stimulus fiskal jilid II yang terdiri atas empat aspek prosedural yaitu penyederhanaan aturan atau tata niaga ekspor, pengurangan pembatasan atau tata niaga impor khususnya bahan baku, percepatan proses impor untuk 500 importir dan efisiensi proses logistik.

Kemudian, empat aspek insentif fiskal yakni penghapusan PPh (Pajak Penghasilan) Badan UMKM, relaksasi bea masuk, penurunan tarif PPN dan subsidi pajak.

Baca Juga : Jennifer Garner Emosional Ngomongin Karantina Selama Masa Covid

Menurut Perry, stimulus tersebut dikeluarkan oleh pemerintah untuk menunjang konsumsi dan aktivitas produksi dalam negeri yang tertekan akibat berbagai gejolak termasuk wabah virus corona.

“Supaya para pegawai, karyawan yang selama ini membayar PPh 21 sekarang gajinya cukup. Pembebasan PPh 21 dan segala macam itu untuk konsumsi dan juga untuk pengusaha PPh Badan UMKM yang lainnya,” katanya. [WHY]