Imbas Corona

Hore... Kenaikan Tarif Tol Ditunda

Imbas Corona Hore... Kenaikan Tarif Tol Ditunda
Klik untuk perbesar

RMco.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menunda kenaikan tarif jalan tol. 

Penundaan dilakukan karena kondisi perekonomian global maupun nasional masih tidak kondusif. Kondisi ini diperburuk oleh meluasnya wabah virus corona di sejumlah negara. Termasuk Indonesia. 

“Kondisi ekonomi lagi tidak kondusif. Saya akan hold dulu penyesuaian tarif tol,” kata Basuki di Jakarta, kemarin. 

Sebelumnya, PT Jasa Marga Tbk telah mengusulkan ke Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR untuk menyesuaikan tarif di tiga ruas tol dalam waktu dekat. 

Berita Terkait : Jumlah WNI Positif Corona Terus Bertambah, Puan Prihatin

Ketiga ruas tol itu, yakni ruas Tol Belawan-Medan-Tanjung Morawa sepanjang 34,4 kilometer (km), ruas SurabayaGempol sepanjang 45 km, dan ruas tol Palimanan-Kanci sepanjang 26 km. 

Basuki mengatakan, selama ini penyesuaian tarif memang dilakukan dengan periode tertentu. Namun, menurut Basuki, kondisi saat ini harus dianggap sebagai kondisi yang tidak normal, sehingga tarif tol yang seharusnya dilakukan penyesuaian pun harus ditunda. 

“Kita lihat. Kalau itu memang sudah waktunya, tapi kalau masih dalam kondisi tidak normal gini, saya akan ambil kebijakan,” kata Basuki. 

Seperti diketahui, akibat wabah virus corona yang mulai berdampak pada perekonomian, Bank Indonesia (BI) telah merevisi pertumbuhan ekonomi 2020 menjadi lebih rendah. 

Berita Terkait : KAI Sterilisasi Kereta dan Siapkan Rail Clinic

Yaitu pada kisaran 5,0 persen-5,4 persen dari sebelumnya 5,1 persen-5,5 persen. Tingkatkan Investasi Sedangkan Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR, Anita Firmanti Eko Susetyowati menuturkan, Kementerian PUPR menawarkan beberapa proyek tol hingga jalan nasional kepada investor swasta. 

Setidaknya ada lima proyek yang akan ditawarkan dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Di antaranya, proyek implementasi transaksi pembayaran tol sentuh atau Proyek Bayar Tol Tanpa Stop (Multi Lane Free Flow/MLFF), ditambah tiga ruas tol yang terdiri dari Tol Layang Cikunir-Karawaci, Tol Kala-Teluk Naga-Rajeg, dan Tol Bogor-Serpong via Parung, serta satu Jalan Nasional Lintas Nasional Timur Sumatera di Provinsi Riau. 

“Penawaran ini demi menjaring masukan, tawaran dan minat investor terhadap proyek yang dikerjasamakan. Dengan informasi ini, kita ingin menjaring masukan, tanggapan, dan minat dari investor terhadap proyek yang akan dikerjasamakan,” ucap Anita di Auditorium PUPR, Jakarta, kemarin. 

Total investasi yang ditawarkan nilainya Rp 62 triliun. Terdiri dari proyek Bayar Tol Tanpa Setop atau MLFF Rp 2,923 triliun, lalu Tol Layang CikunirKarawaci Rp 26, 15 triliun. 

Berita Terkait : Wabah Corona di China Jadi Kesempatan Petani Buah Lokal Bergeliat

Selain itu, ada juga proyek preservasi Jalan Nasional Lintas Nasional Timur Sumatera di Provinsi Riau Rp 585,3 miliar, jalan Tol Kala-Teluk Naga-Rajeg dengan nilai Rp 23,16 triliun, dan Jalan Tol Bogor-Serpong via Parung Rp 9,077 triliun. “Jadi kalau ditotal kira-kira butuh Rp 62 triliun,” tegasnya. [NOV]