RMco.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) diminta bisa menjelaskan kepada publik secara jelas tentang definisi Tol Langit dan bikin blueprint-nya.
    
Hal itu dikatakan Pengamat Kebijakan Publik, Riant Nugroho saat ditemui Rakyat Merdeka, dalam diskusi Tol Langit: Peluang dan Tantangan untuk Mewujudkan Indonesia Merdeka Sinyal di kawasan Jakarta, Kamis (12/3).

Dia mempertanyakan, sebetulnya kapan Tol Langit itu bisa direalisasikan. "Kapan bisa dilaksanakan yang namanya Tol Langit dan Merdeka Sinyal," ujar Riant 

Riant bilang dalam setiap program atau kebijakan pemerintah wajib memiliki kerangka kerja yang terperinci.  Menurutnya, hal itu penting untuk menjadi landasan dalam kebijakan berikutnya. 
Blueprint itu meliputi penetapan tujuan dan sasaran, penyusunan strategi, pelaksanaan program dan fokus teknis lainnya yang bisa dipertanggungjawabkan.

Berita Terkait : Komisi X DPR Minta Kemenparekraf Kembangkan Potensi Desa Wisata

Kominfo, menurutnya, belum memiliki blueprint yang jelas tentang program Tol Langit. Padahal, lanjut Riant, Tol Langit sangat ramai dibicarakan sejak tahun lalu. "Sampai hari ini saya buka artikel-artikel berita, literatur dan pidato menteri tapi saya belum menemukan blueprint yang betul-betul dapat dipertanggungjawabkan," katanya.

Dia juga meminta agar Kominfo menjelaskan definisi dari Tol Langit. Jangan sampai membahas Tol Langit tapi tidak memiliki gagasan yang jelas. "Mau bikin Tol langit Kominfo jangan gagap dulu. Definisikan dulu seperti apa. Ini apaan definisinya. Harus jelas,"  ujarnya.

Dia mengingatkan, Kominfo yang sekarang bisa lebih berhati-hati dalam mengeluarkan kebijakan. Melibatkan berbagai pihak sehingga tujuan bisa tercapai tanpa merugikan pihak lain.

Baca Juga : Langgar PSBB, 25 Griya Pijat, Karaoke Dan Bar Di DKI Jakarta Ditutup

"Kalau buat kebijakan kita jangan sok pintar, jangan sok tau. Jangan sampai bikin kebijakan yang malah tidak jelas dan berpotensi menghambat industri," paparnya. 

Anggota Komisi I DPR, Bobby Rizaldi mengaku, mendukung program Tol Langit yang dibuat pemerintah. Namun dia masih melihat bahwa pemerintah sendiri belum satu suara. Banyak pihak yang belum memiliki kesamaan pandangan soal Tol Langit.

"Tantangan kita harus menyamakan pandangan. Di pemerintah perlu harmoni dulu. Secara teknis tentunya kami tidak bisa memahami secara detail. Kami semua di DPR tidak bekerja dan menempuh  jurusan teknik telekomunikasi," papar Bobby.

Baca Juga : Tiga Pendemo Yang Diciduk Di Lampu Merah Tomang, Ternyata Positif Corona

Pengamat telekomunikasi, Nonot Harsono, menyoroti peran Bakti yang melenceng dari tugas utamanya untuk mengharmoniskan peran operator dan mengkoordinirnya. Bakti saat ini justru dianggap sibuk sendiri dengan kegiatannya layaknya operator komersial melalui proyek Palapa Ring dan pembangunan Satelit Republik Indonesia (Satria). [JAR]